KSOP Gresik Siap Terapkan Inaportnet di Pelabuhan Gresik

Plt. Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani yang hadir sebagai saksi pada saat penandatanganan pakta integritas.

MARINDO–Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhanan (KSOP) Kelas II Gresik, Agustinus Maun pada Jumat (6/10) siap terapkan Inaportnet untuk Pelabuhan Gresik, Jawa Timur. Kesiapan itu ditandai dengan ditandatanganinya pakta integritas bersama dengan Direktur Keuangan PT. Pelindo III dan General Manager PT. Pelindo III Cabang Gresik.

Kepala KSOP Gresik mengatakan, penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangka penerapan sistem Inaportnet di Pelabuhan Gresik dengan beberapa tahapan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Sebelum penandatanganan ini, KSOP Gresik telah mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi Inaportnet kepada pengguna jasa yang terdiri dari perusahaan pelayaran/agen pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017,” ujar Agustinus.

Agustinus juga menjelaskan, pegawai di lingkungan KSOP Gresik juga telah mendapatkan Training of Trainers (TOT) pada tanggal 29 September 2017 dan melakukan uji coba satu siklus Pelayanan kapal dan barang di pelabuhan hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar melalui sistem Inaportnet untuk kapal MT. SUN CARNATION yang telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 29 September 2017.

Sementara itu, Plt. Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani yang hadir sebagai saksi pada saat penandatanganan pakta integritas dimaksud mengatakan bahwa pelaksanaan Go Live penerapan Inaportnet di Pelabuhan Gresik akan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2017.

“Ada 3 pelabuhan terakhir sebagai bagian dari program Quick Win Kementerian Perhubungan yang harus menerapkan Inaportnet ini, yaitu Sorong, Banten dan Gresik. Rencananya akan diresmikan secara langsung oleh Menteri Perhubungan melalui Video Conference,” ujar Bay.

Sebelumnya, penerapan sistem Inaportnet telah dilaksanakan di 4 Pelabuhan Utama dan 9 Pelabuhan kelas I dan II.

“Untuk selanjutnya sistem Inaportnet akan diterapkan pada pelabuhan – pelabuhan yang telah memenuhi kriteria dan kesiapan baik infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia serta Bisnis Proses dan juga didukung oleh sistem inhouse Badan Usaha Pelabuhan,” kata Bay lagi.

Sebagai informasi, Inaportnet didefinisikan sebagai sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait di pelabuhan (termasuk sistem layanan Badan Usaha Pelabuhan).

Sistem ini dibangun dengan tujuan agar pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dapat berjalan cepat, valid, transparan, dan terstandar serta dengan biaya yang minimal, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia dengan negara lain. (NSS)

372 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *