KM Sabuk Nusantara 114 Diluncurkan di Tanjung Balai Karimun

Penekanan tombol tanda diluncurkannya kapal perintis KM Sabuk Nusantara 114.

MARINDO–Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut kembali meluncurkan 1 (satu) unit Kapal Perintis Tipe 750 DWT di galangan kapal PT.Multi Ocean Shipyard yang berlokasi di Tanjung Balai Karimun, Kepri hari ini (20/10).

Plt. Dirjen Perhubungan Laut yang diwakili oleh Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri, Een Nuraini Saidah menyebutkan, acara peluncuran kapal Perintis 750 DWT  ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan kapal perintis yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 November 2015.

Kegiatan pembangunan kapal perintis dimaksud telah tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Laut Pusat Jakarta Tahun Anggaran 2015, nomor 022.04.1.439454/2015 tanggal 14 November 2015 beserta revisinya, yang dibangun oleh PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun.

Menurutnya, posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki luas lautan yang lebih besar dari luas daratan. Luas lautan Indonesia mencapai 3,9 juta km2, sedangkan luas daratan mencapai 1,9 juta km2. Indonesia juga memiliki sekitar 17.500 pulau yang tersebar dari Sabang – Merauke.

Selain itu, letak Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera membuat Indonesia berada di jalur lalu lintas internasional dan berpotensi menjadi tempat transit jalur perdagangan dunia.

“Dengan kondisi tersebut, angkutan laut menjadi sangat dibutuhkan dan berperan sangat strategis sebagai salah satu fungsi alat transportasi terutama dalam melayani perpindahan logistik baik berupa barang maupun penumpang,” kata Een dalam sambutannya.

Lebih lanjut Een mengatakan bahwa transportasi laut juga merupakan transportasi publik yang dapat mengangkut barang, penumpang maupun kendaraan dalam jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan moda transortasi lainnya.

Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut sebagai wujud nyata Pemerintah dalam memperlancar arus penumpang, barang dan jasa di seluruh penjuru tanah air.

Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah melalui pengadaan kapal perintis. Dalam kurun waktu tahun 2015 sampai tahun 2017 pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membangun sebanyak 100 unit kapal perintis.

“Alhamdulillah pada hari ini, kita bersama-sama menyaksikan peluncuran kapal perintis tipe 750 DWT dan pada kesempatan ini kami memberikan apresiasi kepada PT. Multi Ocean Shipyard yang telah meluncurkan kapal ini dengan lancar,” kata Een.

Di tempat terpisah, Plt. Dirjen Perhubungan Laut Bay M Hasani mengatakan bahwa saat ini usaha pemerintah dalam mewujudkan konektivitas sudah mulai terasa manfaatnya.

“Salah satu manfaatnya adalah penurunan harga beras hingga semen berkat tol laut yang dalam hal ini dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan yang di update setiap 3 bulan sekali, disinilah pemerintah harus hadir, selain mengoptimalkan industri pelayaran nasional, kita lengkapi juga dengan kapal perintis dan kapal penumpang,” tutup Bay.

Sebagai informasi, Kapal Tipe 750 DWT ini akan diberi nama KM. Sabuk Nusantara 114 dan rencananya akan ditempatkan di wilayah perairan yang melewati ketinggian gelombang rata-rata diatas + 2 meter yang umumnya terdapat di wilayah Samudera Hindia dan Indonesia Bagian Tengah/Timur. [NSS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *