KKP Berikan 141 Paket API Ramah Lingkungan Kepada Nelayan Tegal

Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja bersama para nelayan Tegal berpose sesaat setelah pembagian API ramah lingkungan dan klaim asuransi nelayan.

MARINDO–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) kembali memberikan sejumlah 141 Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan di kota Tegal. Selain itu, DJPT juga melaksanakan kegiatan bersih kampung nelayan di Jalan Layang dan Jalan Jongor di Kelurahan Tegalsari.

KKP juga menyerahkan Premi Klaim Asuransi Nelayan (Asnel) kepada empat orang ahli waris, penyerahan bantuan Permodalan Nelayan, pemberian kartu Asuransi Nelayan kepada dua orang nelayan dan penyerahan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI). Bantuan diserahkan langsung oleh Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tegal.

Seperti diketahui, saat ini KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) gencar melakukan penggantian API dilarang dengan API ramah lingkungan. Hal ini penting jika melihat kondisi ekosistem laut Indonesia yang sebagian di antaranya tergolong memprihatinkan.

“Kegiatan yang kami lakukan ini, sudah sesuai dengan komitmen kami yang akan mengawal secara penuh agar nelayan mau menggunakan alat tangkap ikan yabg ramah lingkungan,” ungkap Sjarief.

Selain itu, DJPT juga memberikan bantuan paket premi asuransi nelayan untuk nelayan Kendal secara simbolis. Klaim asuransi nelayan di Tegal diberikan kepada tiga orang ahli waris akibat kematian alami masing-masing sebesar Rp 160 juta, dan satu orang sebesar Rp 810 ribu untuk dana pengobatan.

Sjarief menambahkan manfaat asuransi nelayan lainnya yaitu santunan hingga Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta.

DJPT juga bekerja sama dengan Bank BRI membuka Gerai Permodalan Nelayan (Gemonel) untuk meningkatkan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. Pemberian Gemonel secara simbolis diberikan kepada KUR Mikro dengan perwakilan sebanyak tiga orang sejumlah Rp 25 juta per orang, dan kepada KUR Ritel atas nama Ratmo sebanyak Rp 200 juta dan Nurul sebanyak Rp 500 juta.

Sedangkan untuk kegiatan bersih kampung nelayan dipimpin langsung oleh Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, diikuti oleh tim dari Direktorat Perizinan dan Kenelayanan dan 100 orang nelayan setempat serta 100 orang yang berasal dari instansi lanal, polsek, dan polres setempat.

Sjarif menjelaskan kegiatan bersih kampung merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan peran serta masyarakat nelayan dalam penataan kampung nelayan secara mandiri, menumbuhkan kesadaran masyarakat nelayan terhadap pentingnya hidup sehat dan meningkatkan peran kelembagaan nelayan dalam mengelola lingkungan kampung nelayan.

Selain kegiatan bersih kampung, KKP juga menyempatkan mengadakan Penandatanganan MOU antara KKP dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan dialog interaktif Dirjen Perikanan Tangkap dengan nelayan Tegal. Salah satu persoalan yang dibahas adalah pelarangan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Dalam hal ini KKP ditegaskan Dirjen Sjarief melarang alat penangkapan ikan yang tidak ramaha lingkungan seperti cantrang.

Pada malam harinya KKP juga akan menggelar pagelaran wayang kulit Ki Entus Susmono dengan lakon “Pandawa Layar” yang dibuka dengan simbolis penyerahan wayang kulit dari Dalang kepada Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan. (red)

548 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *