Dirjen Hubdat : Perlu Ada Terobosan Bidang Penyeberangan

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi saat meninjau Dermaga Penyeberangan di Pelabuhan Merak Banten.

MARINDO–Pelabuhan Merak perlu terus tingkatkan pelayanan untuk mengantisipasi persaingan global. Dengan dinamika yang terjadi saat ini, di mana persaingan global akan semakin ketat, maka perlu ada terobosan yang dilakukan dalam bidang penyeberangan. Sebab peningkatan keselamatan dan pelayanan adalah suatu keharusan.

“Tadi saya sudah mendengar penjelasan dari PT ASDP bahwa pada tahun 2018 fasilitas tambahan Dermaga 6 Eksekutif sudah selesai dan bisa digunakan secara maksimal, menurut saya ini sesuatu hal yang bagus. Jadi nanti masyarakat akan dilayani dengan fasilitas premium,” ujar Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak, pada Sabtu (18/11).

Seperti diketahui, pemerintah sudah merencanakan pembangunan jalan tol Trans Sumatera di mana ujungnya akan ada di Bakauheni. Hal ini untuk mengantisipasi agar ke depannya tidak terjadi penumpukan kendaraan (bottle neck). “Oleh karenanya saya mengapresiasi PT. ASDP yang telah melakukan benchmarking ke negara-negara yang telah maju moda penyeberangannya seperti Hongkong, Taiwan untuk kemudian diterapkan di Dermaga 6 Eksekutif,” tambah Dirjen Budi.

Dirjen Budi juga mengatakan akan mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi lain sehingga konektivitas di Pelabuhan Merak dapat terwujud dengan lebih sempurna.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. ASDP Faik Fahmi mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam meningkatkan pelayanan pada Pelabuhan Merak yaitu tidak adanya kepastian jadwal, jumlah kapal yang beroperasi berjumlah 60 kapal serta jumlah dermaga yang terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Budi mengatakan, terkait jumlah kapal yang beroperasi di Merak maka Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat sudah melakukan pembahasan agar di tahun 2018 jumlah kapal yang beroperasi akan ditata. “Akan ada pengurangan jumlah kapal di tahun depan, salah satu kriteria yang kita minta adalah berat di bawah 5.000 GT akan dilarang untuk beroperasi di Merak Banten dan sedang kita rencanakan pengalihan operasinya,” katanya.

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan target yang dicanangkan Presiden Jokowi agar waktu tempuh bisa lebih cepat, yang saat ini sudah ada perubahan sailing time yaitu 2 jam akan diupayakan sailing time menjadi 1 jam 30 menit dengan kecepatan rata-rata 10 knot.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Dirjen Budi didampingi Direktur Prasarana Ditjen Perhubungan Darat J.E. Wahjuningrum, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten Johnny Siagian, Direktur Utama PT. ASDP Faik Fahmi, Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Christine Hutabarat, Ketua DPC Merak GAPASDAP Togar Napitupulu, Ketua DPC INFA Merak-Bakauheni Hasir. [ptr/nss]

552 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *