Untuk Penetrasi Alur Pelayaran Kecil, Indonesia Masih Butuh Pelra

Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP Sri Rejeki Budi Rahayu pada saat acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap, Jawa Tengah.

MARINDO—Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tentunya Indonesia masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat (Pelra) sebagai salah satu moda transportasi penghubung antar pulau serta menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia. Guna memenuhi aspek keselamatan, maka Pelra perlu diperlengkapi dengan peralatan keselamatan yaitu Life Jacket untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut.

Berlatar itulah Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, memberikan bantuan 300 unit life jacket kepada pengusaha kecil Pelra di Cilacap sebagai salah satu bentuk tanggungjawab Pemerintah di bidang keselamatan pelayaran.

Penyerahan bantuan life jacket ini diberikan secara simbolis oleh Direktur KPLP yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP, Sri Rejeki Budi Rahayu pada saat acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (28/11).

Cilacap menjadi lokasi ketiga yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 dengan tema “Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Bersama”, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Banda Aceh dan Banjarmasin. Cilacap merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kota pelabuhan penting Indonesia dan penghasil ikan sehingga keberadaan pelayaran rakyat menjadi sangat penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat sekitar.

Sri Rejeki menjelaskan, saat ini Pemerintah tengah gencar melakukan pengembangan dan mendorong bangkitnya pelayaran rakyat dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan dan manajemen keselamatan pelayaran rakyat yang melintasi daerah-daerah pedalaman.

“Selain itu, Kemenhub terus mendorong pelayaran rakyat untuk dapat melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah yang memiliki alur pelayaran dengan under keel clearance kecil pada sungai-sungai dan danau-danau sekaligus membantu meningkatkan kemampuan rakyat ekonomi kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha rakyat untuk angkutan laut nasional,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo berharap ke depan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Melalui Sosialisasi Keselamatan Pelayaran ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran penumpang kapal rakyat atas pentingnya penggunaan life jacket. Untuk itu, Kemenhub selaku regulator di lapangan berkomitmen untuk terus mengawasi dan memonitor pelaksanaannya,” terang Dirjen Agus. 

Dirjen Hubla juga berharap agar semua pihak, baik regulator, operator dan penumpang selalu mengutamakan faktor yang paling penting dalam pelayaran yaitu keselamatan pelayaran sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, karena keselamatan pelayaran adalah tanggungjawab bersama.

Sebagai informasi, acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran ini diikuti oleh 50 pengusaha pelayaran rakyat serta dihadiri oleh 50 instansi dan asosiasi terkait di Kabupaten Cilacap.

Seperti kegiatan sebelumnya di Banjarmasin, Maskot Keselamat Pelayaran “Si Bombang” turut hadir memeriahkan acara sosialisasi dimaksud. Kehadiran maskot lumba-lumba ini selalu mencuri perhatian banyak orang di sekitarnya sehingga tak dapat membendung keinginan mereka yang ingin berfoto bersama “si Bombang” sang ombak laut. [tim]

 

499 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *