Gerai KKP di PPP Tegal Hasilkan PNBP Rp 5 Milyar

Direktur Perizinan dan Kenelayanan KKP Saifuddin berpose bersama para pelaku usaha perikanan sesaat setelah acara gerai perizinan kapal perikanan.

MARINDO–Gerai perizinan kapal perikanan hasil ukur ulang di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, yang dilaksanakan pada 28 sampai dengan 30 November 2017 telah menghasilkan PNBP Rp 5 milyar.

Gerai perizinan tersebut telah memproses Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) sebanyak 11 izin, dokumen Cek Fisik kapal 116 yang merupakan kapal perikanan hasil ukur ulang, Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) sebanyak 31 kapal, proses Buku Kapal Perikanan (BKP) sebanyak 69 kapal, serta cek fisik kapal Jateng sebanyak 46 kapal.

Pelaksanaan gerai mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 11 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimum Gerai Perizinan Kapal Penangkap Ikan Hasil Pengukuran Ulang dan sebagai Implementasi Tindak Lanjut dari Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) serta sebagai tindak lanjut pengukuran kapal perikanan di seluruh Indonesia oleh Kementerian Perhubungan.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan KKP Ir. Saifuddin, MMA meminta pemilik kapal dapat bekerjasama dan kooperatif untuk jujur menyampaikan semua dokumen yang diperlukan oleh petugas dengan benar. Dokumen tersebut adalah asal kapal, bahan kapal, alat tangkap, tahun pembuatan kapal, tempat pembuatan kapal dan keberadaan kapal di pelabuhan.

“Keterbukaan dan kejujuran dalam izin usaha perikanan ini, sebagai barometer keterbukaan bagi pemilik kapal yang diukur ulang yang tentu akan menjadi positif bagi kedua belah pihak yaitu pemerintah dan pemilik kapal. Pemilik kapal juga harus melaporkan apabila kapal-kapalnya tidak diperpanjang dengan alasan yang jelas dan secara transparan melaporkan posisi keberadaan kapal tersebut,” kata Saifuddin.

Salah satu pelaku usaha dari Tegal, Ruslani, menyatakan sangat terbantu dengan pelaksanaan gerai perizinan di PPP Tegalsari. Sampai saat ini sudah sekitar 4 kapal miliknya yang sudah diproses melalui gerai yang semula merupakan izin daerah berubah menjadi izin pusat. Kapal tersebut merupakan peralihan dari kapal cantrang yang berubah menjadi Gill Nett Oseanik dan Bouke Ami. Sedangkan daerah penangkapan di sekitar Laut Aru di WPP-718.

Gerai tersebut juga diikuti oleh nelayan di luar Tegal. Misalnya Rio Candra Adi Nugraha, pelaku usaha asal Jepara yang mengurus alokasi perizinan kapal Purse Seine Pelagis Besar di ZEEI Laut Arafura dan yang semula berukuran 86 GT setelah diukur ulang berubah menjadi 191 GT.

Menurut Rio, pelaksanaan gerai sangat mempermudah nelayan dalam pengurusan izin kapal yang telah diukur ulang. “Dengan adanya gerai, pengurusan SIUP dan SIPI menjadi lebih cepat dan kami mengharapkan terus diadakan gerai untuk pengurusan kapal-kapal hasil pengukuran ulang,” ujar Rio. (tim)

255 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *