Kemenhub Tunjuk PT Berlian Manyar Sejahtera Kelola Terminal Manyar

Penandatanganan pengusahaan kepelabuhan Terminal Manyar, Pelabuhan Gresik, antara Kemenhub dan PT Berlian Manyar Sejahtera.

MARINDO–Kementerian Perhubungan telah menunjuk PT Berlian Manyar Sejahtera untuk melakukan konsesi pengusahaan Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik. Langkah tersebut merupakan implementasi dari UU Pelayaran Tahun 2008 yang merupakan pondasi dalam reformasi sistem pelabuhan di Indonesia secara menyeluruh.

Penandatanganan dilakukan antara Kementerian Perhubungan dalam hal ini Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Gresik, Agustinus Maun dan Direktur Utama PT. Berlian Manyar Sejahtera, Hendiek Eko Setiantoro di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

Direktur Kepelabuhanan, Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Chandra Irawan mengatakan, sebagai salah satu Pelabuhan terbesar di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Perak merupakan Pelabuhan tersibuk kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Perdagangan antar pulau yang dilakukan Pelabuhan Tanjung Perak dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang sangat pesat. 

“Pertumbuhan arus kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak harus diiringi dengan kapasitas dermaga yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak. Kapasitas Dermaga yang tidak dapat mengimbangi pertumbuhan arus kapal dan barang dapat menimbulkan stagnasi pada pelayanan arus kapal dan barang di Pelabuhan,” kata ujar Chandra saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Perjanjian Konsesi Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan di Terminal Manyar Pelabuhan Gresik, Jumat (15/12).

Chandra juga menjelaskan, stagnasi arus kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak dapat menimbulkan permasalahan yang lebih luas terhadap perekonomian di kawasan timur Indonesia, mengingat layanan angkutan petikemas dari dan keluar pulau Jawa untuk Kawasan Indonesia Timur secara mayoritas dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Perak. 

“Untuk itu, Terminal Multipurpose Manyar, Pelabuhan Gresik  diharapkan dapat menjadi salah satu solusi guna mengantisipasi permasalahan stagnasi dan kongesti tersebut,” ujar Chandra.

Menurutnya,  peranan suatu pelabuhan selain sebagai gateway (pintu masuk), interface (penghubung), link (mata rantai), pelabuhan juga telah berkembang menjadi industry entity (Estate/Zone). “Sehingga peran Pelabuhan saat ini sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan industri dan perdagangan, serta merupakan suatu entitas usaha yang memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional,” katanya.

Berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Nomor KP 783 Tahun 2017, bahwa Rencana Induk Pelabuhan (RIP) tersebut pengembangannya meliputi tiga daerah secara integratif yaitu kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Kabupaten Gresik dan Madura. 

Pada kesempatan tersebut, Chandra menyebutkan bahwa setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran berikut dengan aturan pelaksanaannya, maka usaha kepelabuhanan di Indonesia saat ini tidak hanya dikuasai oleh satu operator pelabuhan atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP). 

Maka itu, pemerintah mendorong peran Badan Usaha Pelabuhan Swasta dalam menunjang kegiatan usaha kepelabuhanan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015, bahwa kegiatan penyediaan dan/atau  pelayanan  jasa  kapal, penumpang, dan barang dilaksanakan oleh Badan Usaha Pelabuhan berdasarkan Konsesi yang dituangkan dalam bentuk perjanjian.

Kedepan, Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga daerah hinterland-nya dapat berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi di Indonesia. [tim]

542 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *