14 Tahun Penerapan ISPS Code, Kepercayaan Dunia Terhadap Keamanan Pelaubuhan Indonesia Meningkat

Direktur KPLP Jhonny R. Silalahi saat membuka acara ISPS Code Workshop : Port Security and the Cruise Industry di The Stones Hotel, Legian, Bali.

MARINDO–Menjelang 14 tahun penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Indonesia telah menunjukan perubahan yaang signifikan dalam menciptakan keamanan fasilitas di pelabuhan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya arus kunjungan kapal-kapal dunia, baik kapal barang maupun penumpang, terhadap pelabuhan di Indonesia.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Jhonny R Silalahi mengatakan, memasuki tahun ke-14 penerapan ISPS Code diperlukan suatu konsistensi dan terobosan baru untuk menciptakan keamanan fasilitas pelabuhan yang optimal yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi dunia usaha dan perekonomian Indonesia serta dunia maritim Indonesia,

“Pada awal-awal tahun pertama pelaksanaan penerapannya memang belum terlihat, namun seiring waktu hingga 14 tahun sudah terlihat. Apalagi kerjasama dibangun dengan berbagai pihak seperti dengan Pemeintah Amerika, Australia dan Jepang,” ujar Capt. Jhonnny saat membuka acara ISPS Code Workshop : Port Security and the Cruise Industry di The Stones Hotel, Legian, Bali, Senin (30/1).

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selaku Designated Authority, sejak pemberlakuan ISPS Code pada 1 Juli 2004 telah secara terus menerus melakukan upaya untuk memastikan penerapan aturan keamanan internasional dimaksud secara optimal terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan.

ISPS Code atau Kode Keamanan terhadap Kapal dan Fasilitas Pelabuhan merupakan aturan yang menyeluruh mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan. Berdasarkan catatan Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, hingga saat ini sudah ada 348 fasilitas pelabuhan di Indonesia secara penuh telah mengimplementasikan ISPS Code.

Menurut Capt Jhonny, dengan progres yang cukup signifikan dalam menciptqkan keamanan fasiliatas pelabuhan di Indonesia membuat kepercayaan dunia terhadap pelabuhan Indoneaia terus meningkat. Sebagai pintu gerbang ekonomi, tentunya keamanan fasilitas pelabuhan yang kondusif menjadi jaminan bagi kapal-kapal asing untuk berlabuh di Indonesia, di mana perekonomian Indonesia ditopang dari perdagangan melaui jalur transportasi laut.

”Transportasi laut yang mengangkut penumpang baik yang bersifat domestik maupun internasional, termasuk kunjungan kapal pesiar yang membawa turis asing ke Indonesia saat ini menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk itu, keselamatan, keamanan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan jasa fasilitas pelabuhan adalah hal-hal yang mutlak harus dipenuhi,” ungkap Capt. Jhonny.

Peserta workshop berpose bersama Direktur KPLP Jhonny R Silalahi di sela pelaksanaan workshop tersebut.

Dijelaskan, dunia saat ini diibaratkan dengan istilah Global Village sebagai akibat dari kemajuan informasi, teknologi dan transportasi yang memicu berkembangnya kejahatan lintas negara. Pelabuhan sebagai salah satu pintu masuk perdagangan internasional rentan digunakan sebagai jalur kegiatan ilegal lintas negara.

“Bagi kapal dan pelabuhan Indonesia yang tidak dapat memenuhi ketentuan ISPS Code akan berdampak pelabuhan Indonesia tidak akan dimasuki kapal asing, penolakan kapal Indonesia oleh pelabuhan di negara lain dan perdagangan serta perekonomian negara terganggu,” jelas Capt. Jhonny.

Khusus untuk industri Cruise, Capt. Jhonny menjelaskan bahwa pelabuhan di Indonesia sudah siap untuk menerima kedatangan kapal wisata tersebut dengan meningkatkan keamanan pelabuhan beserta fasilitasnya.

”Sekecil apapun gangguan keamanan terhadap fasilitas pelabuhan khususnya cruise terminal dapat berdampak pada kepercayaan pihak industri kapal pesiar kepada negara kita,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Australia dan Amerika Serikat menggelar acara ISPS Code Workshop yang berlangsung dari 30 Januari – 2 Februari 2018 di Kuta Bali.

Capt Jhonny berharap, pada pelaksanaan workshop tersebut tidak lagi berbicara mengenai bagaimana cara memenuhi persyaratan minimum dari peraturan, tetapi bagaimana caranya menjaga konsistensi dan membuat terobosan baru untuk menciptakan keamanan fasilitas pelabuhan yang optimal.

Penyelenggaraan Workshop ISPS Code ini merupakan rangkaian dari kegiatan kerjasama di bidang capacity building antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia yang telah diselenggarakan pada bulan November tahun 2017 lalu yaitu Port Security Desktop Exercise di Lombok, yang juga dihadiri oleh observer dari US Coast Guard.

Narasumber pada workshop ini yaitu Mr. Dean Horton dan Mr. Ezekiel Lyons dari United States Coast Guard (USCG) dan Mr. David Scott dari Australian Department of Home Affairs, dengan peserta berasal dari perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut dan perwakilan dari Port Facility Security Officer (PFSO), dalam hal ini adalah PFSO dari PT. Pelindo I – IV dan PT. Citra Tritunas, terminal penumpang Harbour Bay Batam. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *