Bambang Sadono  : KKP Tak Perlu Gengsi Cabut Larangan Cantrang

Bambang Sadono saat mengunjungi TPI Tasikagung, Rembang.

MARINDO–Anggota DPD  Bambang Sadono mengaku prihatin dengan nasib para nelayan di wilayah Pantura. Ribuan nelayan saat ini menganggur karena adanya larangan jaring cantrang yang praktis diberlakukan per 1 Januari 2018 ini. Kondisi itu menyebabkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di hampir seluruh Pantura menjadi sepi.

”Tidak ada lagi geliat perdagangan ikan. Lapak-lapak kosong dari ikan-ikan segar yang biasanya dipajang. Tidak ada lagi kita dengar teriakan pedagang  menawarkan ikannya,”kata  Bambang Sadono ketika mengunjungi TPI Tasikagung yang terletak di Desa Tasikagung, Kota Rembang, Jawa Tengah. Rabu (3/1).

Kunjungan ke TPI Tasikagung itu merupakan Putaran ke 8 dari  kunjungan kerja Bambang Sadono dalam masa reses yang dia berinama Kunker 1000 Desa/Kelurahan  di Jawa Tengah.

Menurut Senator dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, kebijakan pemerintah melarang penggunaan jaring cantrang akan menyebabkan ribuan Nelayan Panturan kini menjadi Pengangguran.

 ”Praktis mulai 1 Januari 2018 dimana larangan penggunaan jaring cantrang itu diberlakukan akan ada 35.000 nelayan jadi pengangguran,”kata Bambang Sadono.

Rarusan kapal ikan juga akan bersandar entah sampai kapan. ”Pantura kini sedang menangis. Ayo kita berjuang,,”kata Bambang Sadono.

Para nelayan seluruh pantura minta agar larangan penggunaan jaring cantrang dicabut.  ”Mereka mengancam akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran di daerahnya masing-masing menuntut pencabutan kebijakan pemerintah yangembuat nasib mereka terpuruk itu,” kata mantan anggota DPR yang akrab dipanggil BS ini.

Akibat larangan penggunaan jaring cantrang ini, lanjut Bambang, bukan hanya berakibat nelayan menganggur, tapi tempat pelelangan ikan juga menjadi sepi.

”Semua yang terkait pengolaan dan penjualan  ikan macet. Mereka sudah menjerit minta presiden membatalkan peraturan yang melarang penggunaan alat tangksp yang mematikan nelayan,” jelas Bambang.

Keberatan nelayan terhadap pengaturan pemerintah ini  sebetulnya sudah  lama.  Mereka kesal karena pemerintah belum juga mau mencabut larangan penggunaan cantrang itu.  Kekesalan para nelayan sekarang ini sudah mencapai puncaknya.

Menurut Bambang pemerintah seharusnya memperhatikan nasib nelayan yang merasa keberatan atas pwngaturan itu. ”Pemetintah agar tidak perlu gengsi untuk meralat keputusannya jika ternyata kebijakan itu menyengsarakan nelayan,”tegas BS. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *