ARLI : Pemerintah Harus Sinergikan Hulu-Hilir Rumput Laut

Budidaya rumput laut (foto ilustrasi wwf indonesia)

MARINDO–Pemerintah perlu lebih meningkatkan sinergi antara sektor hulu dan hilir dari industri rumput laut dalam rangka meningkatkan nilai tambah salah satu komoditas andalan sektor kelautan di Tanah Air.

“Harmonisasi hulu hilir harus terjaga. Kita tentu mengharapkan hilir bisa menyerap, namun ternyata kemampuan untuk itu masih kecil, sehingga pelaku rumput laut lebih banyak mengekspornya ke luar,” kata Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis dalam rilis diterima di Jakarta, Senin (29/1).

Menurut Safari, penyebab banyaknya pelaku produksi rumput laut yang mengekspor ke luar, antara lain karena industri negara lain dinilai lebih siap menyerap rumput laut petani lokal. Ia berpendapat bahwa pelaku industri pengolahan lokal harus mampu bersaing dan menyesuaikan pula dengan harga yang berlaku di pasar internasional. “Saat ini harga di dunia sudah transparan, para petani pun sudah tahu dan dapat dengan mudah mengaksesnya,” ungkap dia.

Safari menambahkan, industri pengolahan perlu memperhatikan ketersediaan persediaan bahan baku untuk kurun waktu tertentu untuk menjaga kelangsungan proses produksi dan berinovasi dalam menghasilkan produk-produk yang berstandar internasional.

Dengan demikian, lanjut Ketua ARLI itu, bisa diterima dengan baik oleh pasar domestik maupun luar negeri. “Bila industri pengolahan kita berdaya saing, harusnya mereka bisa bersaing dengan negara lain mendapatkan bahan baku yang berlaku di pasar,” kata Safari.

Menurut dia, saat ini Indonesia harus siap menjadi bagian dari “global value chain” (rantai pasok dunia), sehingga pihaknya berharap agar pemerintah lebih tepat dalam mengeluarkan kebijakan dengan memperhatikan aspek fundamental ekonomi daerah.

Ia memaparkan, di bagian hulu, petani dan pembudidaya harus mendapat perhatian karena selama ini mereka dinilai sangat berperan pada kesejahteraan daerah masyarakat pesisir.”Dengan ekspor, komoditas Rumput laut juga banyak menghasilkan devisa bagi negara, ini juga harus menjadi pertimbangan. Pemerintah tidak harus selalu menitikberatkan pada sektor hilir atau pemodal,” ucap dia.

Untuk itu, Safari menegaskan bahwa pemerintah sangat berperan penting dalam upaya harmonisasi hulu hilir. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat melindungi keberlangsungan budidaya dan produksi rumput laut sinergis dengan upaya hilirisasi dan peningkatan daya saing industri pengolahan dalam negeri.

“Pemerintah bisa memberikan insentif khusus terhadap industri, menghilangkan ekonomi biaya tinggi juga. Industri pun sebaiknya meningkatkan teknologi pengolahan agar lebih efisien, menyiapkan SDM yang handal serta menciptakan jaringan pemasaran yang lebih baik,” pungkas Safari. [tim]

 

 

538 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *