70 Tahun IMO, Indonesia Aktif Susun Kebijakan Maritim Internasional

Atase Perhubungan RI di London, Simson Sinaga saat menghadiri peringatan 70 tahun berdirinya IMO yang dilaksanakan pada hari ini (6/3) di Kantor Pusat IMO, London Inggris. Acara tersebut juga dihadiri Ratu Inggris Ratu Elizabeth II.

MARINDO–Dalam peringatan 70 tahun berdirinya International Maritime Organization (IMO) yang jatuh setiap tanggal 6 Maret, Indonesia berkomitmen untuk  mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim melalui peran aktifnya dalam setiap penyusunan kebijakan maritim Internasional.

Hal ini disampaikan oleh Atase Perhubungan RI di London, Simson Sinaga saat menghadiri peringatan 70 tahun berdirinya IMO yang dilaksanakan pada hari ini (6/3) di Kantor Pusat IMO, London Inggris.

Simson mengatakan, Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019 menunjukan bukti kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Untuk itu, selaku negara anggota Dewan IMO, Indonesia berkomitmen mengembalikan kejayaan maritim nusantara untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut Simson, di 70 tahun berdirinya IMO, tugas dan tantangan berat kedepan harus dapat diselesaikan oleh Indonesia dalam hal ini di bidang transportasi laut khususnya aspek keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

Sebagai informasi, acara peringatan 70 tahun berdirinya IMO dibuka secara resmi oleh Ratu Inggris, YM. Ratu Elizabeth II yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim.

Pada kesempatan tersebut, Ratu Elizabeth II dan Sekjen IMO, Kitack Lim bersama-sama membuka tirai penutup plakat peringatan dan pemotongan kue di Kantor Pusat IMO untuk memperingati 70 tahun berdirinya IMO.

Kedatangan Ratu Elizabeth II ke kantor pusat IMO merupakan kunjungan pimpinan tinggi negara atau organisasi yang ketiga setelah sebelumnya Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki Moon pada bulan Februari 2016 dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang hadir dalam Sidang Marine Environment Protection Committee (MEPC) IMO pada bulan April 2016.

Adapun acara peringatan 70 tahun berdirinya IMO dihadiri oleh para undangan terbatas berjumlah 800 undangan yang terdiri dari organisasi internasional non pemerintah, perwakilan pengganti negara anggota di IMO, sekretariat IMO dan juga perwakilan negara anggota Dewan IMO termasuk Indonesia dan hal ini sangat membanggakan karena menunjukan bahwa Indonesia dipercaya oleh IMO sebagai negara kepulauan yang memiliki perhatian terhadap dunia maritim internasional.

Pada kesempatan tersebut, Ratu Elizabeth II sempat berbicara dalam suasana ramah tamah dan hangat dengan Atase Perhubungan RI untuk London sebagai perwakilan Indonesia yang menyampaikan pentingnya bersama-sama mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran termasuk peningkatan Sumber Daya Manusia di sektor Maritim yang andal dan kompeten.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim mengatakan bahwa dunia memerlukan industri pelayaran untuk mendukung terwujudnya perdagangan internasional menjadi lebih baik dengan terus berkontribusi untuk melakukan pengiriman barang melalui jalur laut guna meningkatkan perekonomian dunia.

Sekjen IMO juga mengatakan bahwa yang menjadi perhatian untuk dapat ditingkatkan adalah keselamatan dan keamanan pelayaran, efisiensi dalam pengoperasian pelayaran, perlindungan terhadap lingkungan maritim serta penerapan peraturan yang lebih efektif. [tim]

 

969 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *