Alumni Unhas Siap Kelola 17 Ha Lahan Tambak Modern

Para alumni perikanan Unhas saat merancang model pengelolaan dan survei lahan untuk membuat tambak modern.

MARINDO–Ikatan Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) berencana mengelola 17 hektare lahan tambak dengan konsep modern di Kabupaten Barru.  Konsep, model pengelolaan, dan survei lahan telah dilakukan. Sebagai bentuk dukungan ke Unhas sebagai pemilik lahan.

“Pengelolanya langsung dari alumni yang ahli dalam budidaya,” kata Ketua Ikatan Alumni Perikanan Unhas Bahrianto Bachtiar, Rabu 7 Maret 2018.

Unhas memiliki lahan 22 hektare di daerah Bojo, Barru. Sejak tahun 2011-2012 sudah dikelola sebagai tambak pendidikan komoditi Kepiting Soka oleh Jurusan Perikanan Unhas. Pada Oktober 2017, lima hektare lahan dijadikan kawasan eduwisata aqualife. Wahana wisata yang menggabungkan konsep wisata aquaculture dan mangrove dibangun. Bermitra dengan PT ASA.

Pada taman wisata ini terdapat rumah kecil tempat bersantai. Menikmati keindahan alam mangrove dan danau buatan.

Untuk 17 hektare lahan yang masih terbengkalai, Alumni berencana bekerja sama dengan Balai Budidaya Air Payau. Mendukung penyediaan benih ikan nila. “Skema bisnisnya diusulkan berbentuk koperasi,” kata Bahrianto.

Alumni Perikanan yang ahli dalam pengelolaan kawasan, budidaya perikanan, teknologi budidaya, dan manajemen pakan akan terlibat langsung dalam proyek ini. “Sebagai tanggungjawab profesi dan moral alumni,” kata Bahrianto.

Dalam mengelola lahan milik mantan Wali Kota Makassar Malik B Masry ini, Alumni Perikanan akan berkoordinasi dengan Divisi Aset Unhas sebagai penanggung jawab lahan. Alumni sudah mempersiapkan konsep dan model pengelolaan tambak pendidikan ini.

“Survei lahan juga dilakukan sebagai bentuk dukungan ke Unhas,” kata Bahrianto.

Sebelum dikembangkan untuk produksi skala besar, dua unit tambak telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan bandeng dan nila skala kecil, penebaran 1.000 ekor dalam sekitar 1 hektare. “Dengan skala tradisional sudah cukup berhasil,” kata Idham Malik, Anggota WWF Indonesia.

Tantangan yang akan dihadapi Alumni Perikanan dalam pengembangan lokasi adalah ancaman rob, air pasang, dan sampah plastik yang pada saat supermoon masuk ke areal budidaya.

“Upaya yang akan dilakukan adalah menanam mangrove di sekitar lokasi,” kata Idham.

Idham menambahkan, mangrove yang ditanam bisa menjadikan daerah sekitar tambak sumber bibit mangrove. Sekaligus sebagai kawasan wisata. [nss]  

1,096 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *