Permodalan Usaha Nelayan Perlu Tiru Model di Perkebunan Sawit

Nelayan butuh permodalam khusus.

MARINDO–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penguatan organisasi koperasi nelayan dan pembudidaya ikan dapat mengoptimalisasi produksi sektor kelautan dan perikanan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, selain koperasi, Kadin Indonesia saat ini juga tengah mendorong akses perbankan bagi nelayan dan pengusaha untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya nasional dan perikanan tangkap.

“Kemudahan kredit dari perbankan serta penguatan koperasi nelayan akan sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan produksi sektor kelautan dan perikanan,” kata Yugi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/3).

Kadin menyatakan skema inovasi pembiayaan yang membuka akses bagi para petani, peternak dan nelayan diperlukan guna mendapatkan pemodalan baik dari perbankan maupun lembaga keuangan non-bank.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O. Widjaja, mengatakan dukungan pendanaan membutuhkan hadirnya lembaga yang mampu menjalankan peran selaku pendamping dalam pengelolaan produksi dan distribusi hasil pangan, berikut pelaksana penyaluran pembiayaan.

Menurut dia, skema “closed-loop” atau rantai kemitraan terintegrasi yang menghubungkan petani, koperasi, perusahaan selaku pembeli yang menyerap komoditas pangan (offtaker) sekaligus penjamin pendanaan (avalis) dan perbankan, dapat menjadi salah satu solusinya.

Skema ini sebelumnya banyak dipraktikkan pada sektor perkebunan sawit, di mana para pekebun menggarap lahan bersertifikat dan legal, yang memungkinkan mereka mengagunkannya untuk menjaring kredit dengan bunga terjangkau.

Dengan ketersediaan pendanaan, para pekebun mampu membeli dan menggunakan bibit unggul bersertifikat, sehingga produktivitas mereka turut naik, terlebih mereka juga mendapatkan pendampingan guna menjalankan praktik agribisnis terbaik. Koperasi akan berperan sentral selaku lembaga berbadan hukum yang mewadahi seluruh interaksi para pihak tadi.

“Sejumlah koperasi berhasil direvitalisasi peran dan akuntabilitasnya sehingga mampu menjalankan peran sebagai lembaga yang merekat petani, pemodal, pembeli dan juga pemerintah. Capaian ini kami coba perluas jangkauannya,” kata Franky. [tim]

 

605 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *