Pemerintah Diminta Belajar Pertambakan Udang Dari Vietnam

Presiden Jokowi saat meninjau tambak udang di Babelan, Bekasi, Jabar.

MARINDO–Perhimpunan Petambak dan Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) meminta pemerintah untuk mau belajar perihal pertambakan udang dari Vietnam.

Ketua P3UW Lampung Nafian Faiz mengemukakan, pemerintah Vietnam terlibat aktif dalam membangun infrastruktur dasar dalam sistem budidaya udang.”Kami banyak belajar mengenai pentingnya intervensi negara dalam membangun dan memperkuat budidaya udang di Vietnam, khususnya di tambak udang Provinsi Ca Mau, Vietnam,” kata Nafian Faiz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (22/3).

P3UW Lampung bersama-sama dengan Kiara dan Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia telah melakukan kunjungan ke Provinsi Ca Mau, Vietnam, 5-7 Maret 2018, guna bertukar pengetahuan dan pengalaman antara petambak Indonesia dan Vietnam.

Nafian menyatakan setidaknya ada beberapa hal penting yang dicatat terkait tambak udang di Vietnam, antara lain adanya pembangunan jalan utama yang menghubungkan kawasan pertambakan udang dengan kota-kota utama sehingga mempermudah jalur distribusi pasca panen.

“Jalan distribusi yang menghubungkan pusat kota Provinsi Ca Mau ke kawasan pertambakan udang sepanjang 40 kilometer lebih sangat bagus dan tak ada lubang satu pun. Inilah yang tidak kami temukan di Indonesia, khususnya provinsi Lampung. Padahal, potensi perekonomian di tambak udang Dipasena akan berkontribusi besar bagi perekonomian nasional jika jalur distribusi dibangun oleh pemerintah,” ujar dia.

Kemudian, ujar dia, pemerintah Vietnam telah membangun fasilitas listrik untuk petambak udang di Provinsi Ca Ma dengan sangat baik sehingga mampu melakukan budidaya secara intensif dan hiper-intensif karena didukung oleh pasokan listrik yang stabil dan memadai. Ia mengingatkan bahwa ketersediaan pasokan listrik sangat penting untuk menunjang budidaya udang yang menguntungkan.

Selanjutnya, menurut Nafian, adalah akses air bersih dan sanitasi telah dibangun dengan baik sehingga petambak tidak sulit mengaksesnya untuk kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Indonesia untuk belajar dan meniru Pemerintah Vietnam yang sangat serius membangun infrastruktur dasar guna mendukung sistem budidaya udang yang berdaya saing.

Senada dengan itu, Deputi Pengelolaan Pengetahuan Kiara Parid Ridwanuddin menilai bahwa dukungan pemerintah Vietnam terhadap budidaya udang patut ditiru oleh Pemerintah Indonesia, terutama terkait kemauan politik untuk membangun sistem budidaya udang.

Sebelumnya Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebijakto mengingatkan pelaksanaan mekanisme perikanan budi daya di Tanah Air harus dilakukan secara berkelanjutan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan nusantara.”Budidaya harus berkelanjutan dan mandiri,” kata Slamet.

Menurut Slamet, kemandirian yang dimaksud antara lain dalam membuat pakan sendiri sehingga biaya pakan tidak perlu mencapai 80 persen beban produksi. KKP telah mengingatkan para pembudi daya perikanan agar dapat terus memahami dan melaksanakan sepenuhnya berbagai praktik yang terdapat dalam Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) [tim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *