Ketika Menteri Susi Menghindar Dari ‘Tamper’

Dirjen Slamet saat menjelaskan denah instalasi KJA lepas pantai di Perairan Pangandaran, sebelum melakukan peninjauan.

MARINDO–Akhirnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti datang pada pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya dijadwalkan akan meninjau lokasi KJA (Keramba Jaring Apung) offshore pada pagi hari. Setelah mendapatkan penjelasan dari Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto pada denah soal pembangunan instalasi lepas pantai itu, maka berangkatlah Menteri Susi beserta rombongan dengan menggunakan perahu katir.

Namun sekira perjalanan seperempat jam, saat sampai di eks kapal asing yang dirumponkan di Perairan Pangandaran itu, perahu Menteri Susi dan rombongan hanya berputar-putar di sana. Setelah beberapa kali putaran, perahu itu balik haluan lagi ke pantai tempat di mana perahu bertolak. Menteri Susi tidak jadi meninjau KJA offshore di lepas Pantai Pangandaran itu. Acara kunjungan ke KJA dijdawal ulang esok hari, Sabtu (31/3/18).

Keruan saja orang-orang pada bertanya, khususnya yang tidak satu kapal dengan Menteri Susi. Ada apa gerangan peninjauan yang sudah seperempat perjalanan itu dibatalkan. Namun seorang  mantan nelayan asal Pangandaran, Agus, tidak heran atas pembatalan itu. Kepada MARINDO, Agus menjelaskan bahwa Menteri Susi bisa jadi lantaran menghindari Tamper sehingga ia membatalkan peninjauannya itu, dan memilih waktu esok harinya

“Saya sih gak heran. Sebagai orang Pangandaran Bu Susi tahu betul apa yang harus dilakukan. Demi keselamatan semuanya, maka ia batalkan perjalanannya itu. Kemungkinan ia menghindari Tamper,” ujar Agus.

Menurut Agus, Tamper memang ditakuti oleh seluruh nelayan di Pangandaran. Tamper, kata Agus, adalah.ombak yang pecah di tengah laut. Berbeda dengan ombak pada umumnya yang pecah di pantai atau di sisi. Saat ombak pecah, Tamper biasanya menggulung dari atas seperti memblender dan meremasnya ke bawah. “Tiga saudara saya meninggal di laut saat mencari ikan karena Tamper,” tutur Agus.

Masih menurut Agus, Tamper sudah bisa diketahui karena dari kejauhan, dari Pantai Pangandaran, sudah bisa terlihat. “Keliatan dari sini, di selitar Cikenong, sekitar 5 kilometer dari sini ombaknya bergulung tinggi. Nah, saya juga tadi melihat seperti itu. Kalau perahu melaju dari tengah ke sisi tidak masalah tapi kalau dari sisi ke tengah, jangan coba dengan Tamper. Saya kira mungkin itu sehingga Bu Susi balik lagi,” jelasnya lagi.

Soal cuaca dan ombak yang kurang bersahabat memang dijelaskan Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat melakukan perbincangan dengan wartawan. Namun Dirjen Slamet tidak menyebut Tamper, tetapi penundaan peninjauan ke KJA lepas pantai itu disebabkan cuaca. Pantauan MARINDO saat itu ombak memang sedang tinggi. “Karena cuaca kurang bagus, ditunda jadi besok,” jelas Dirjen Slamet. (nss)

2,520 total views, 12 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *