KJA Offshore di Pangandaran Siap Dioperasikan

Progres pembangunan KJA Offshore di Pangandaran hingga 31 Maret 2018. (foto supri/djpb kkp)

MARINDO–Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, meninjau perkembangan pelaksanaan program Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai atau KJA offshore di Perairan Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (31/3/18). Dalam peninjauan tersebut, Menteri Susi didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Peninjauan ini untuk memastikan program andalan Ditjen Perikanan Budidaya KKP ini berjalan tanpa kendala teknis, admnistrasi, lingkungan dan sosial serta dapat selesai sesuai jadwal. Diharapkan pada pertengahan April 2018, Presiden Jokowi yang akan melakukan tebar bibit perdana di KJA lepas pantai itu.

Seperti diktahui, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya membangun KJA lepas pantai di 3  lokasi yaitu Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Kota Sabang Aceh dan Karimun Jawa di Jepara Jawa Tengah. Di tiap lokasi dibangun 8 unit lubang KJA dengan diameter 25,5 meter dan kedalaman 15 meter lengkap dengan kapal kerja, kapal operasional dan feedbarge yang berfungsi sebagai pusat kontrol kegiatan di KJA mulai dari penebaran benih, pakan, komunikasi, akomodasi, gudang pakan hingga pembangkit listrik.

Tiap keramba ditebar bibit ikan kakap putih atau barramundi sebanyak 120-150 ribu ekor sehingga diproyeksikan mampu panen 118 ton atau tiap lokasi mampu panen 945 ton sehingga keseluruhan dari 3 lokasi setidaknya 2.835 ton ikan dipanen dengan masa pemeliharaan minimal 8 bulan utk mendapat ukuran 600 gram. Nilai ekonomi yang mampu diraup yaitu Rp. 181 milyar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menjelaskan, melalui KJA offshore idi Pangandaran ini setidaknya mampu menyerap 1.450 orang tenaga kerja mulai dari proses pembangunan hingga pengolahan dan pemasaran.

“Pilot project bisnis budidaya kakap ini harus sukses, dan semua elemen masyarakat baik dari BUMN, Koperasi serta semua komponen masyarakat harus terlibat untuk mensukseskan kegiatan ekonomi ini,” ujarnya.

Pengelolaan ini akan dikerjasamakan dengan KUD dan BUMN yang ada di Pangandaran dengan pemberdayaan masyarakat setempat. “Saat ini di Pangandaran kami juga menyiapkan pendederan kakap putih di tambak Desa Margacinta, Cijulang, yang  diharapkan dalam waktu 4 bulan sudah bisa mencapai 100 gram. Ke depannya ini bisa jadi contoh dan tempat berlatih bagi masyarakat sekitar lokasi KJA dan investor nasional maupun internasional,” ujar Dirjen Slamet.

Menurut Slamet, kakap putih dipilih karena teknologinya sudah dikuasai mulai dari pembenihan, pendederan hingga pembesarannya. Adapun pemasaran lebih terbuka ke Amerika, Eropa, Jepang, China dan negara lainnya serta dapat diolah berbagai macam makanan.

“Nanti minggu ke-3 April benih disebar. Sebab, progres yang paling maju baru di Pangandaran yang sudah mencapai 97 persen, tinggal pasang jaring, semua sudah lengkap. Ini akan menjadi yang pertama di Indonesia,” paparnya.

Pabrik pakan dan embung

Kunjunngan Meteri Susi ke Pangandaran juga meninjau program Ditjen Perikanan Budidaya lainya yakni pembangunan pabrik pakan. Untuk pabrik pakan ikan akan dibangun di lahan seluas 5.000 meter persegi, lokasinya berada di samping Poltek KP. Pabrik ini akan mampu memproduksi 1 ton pakan per jam. Selain untuk mendukung KJA offshore juga dapat dimanfaatkan bagi kegiatan budidaya lainnya. Sedangkan bahan bakunya  sebagian dari tepung ikan lokal dan bahan baku lain yang tersedia di sekitar  Pangandaran.

“Tepung ikan mayoritas bahan bakunya impor, namun kita akan diversifikasi dengan byproduct  pabrik pengolahan ikan seperti  tepung udang, tepung patin, tepung tuna dll.   Ke depan sumber protein akan didiversifikasi agar tidak 100 persen bahan tepung ikan, akan tetapi menggunakan biji-bijian, fermentasi bungkil kelapa dan kelapa sawit,  bekatul, tapioka, yang banyak tersedia,” jelas Slamet.

Program lainnya adalah pembangunan embung yang akan menjadi pusat rekreasi baru Pangandaran yang juga berfungsi sebagai solusi banjir dan tsunami serta kegiatan culture based fisheries (CBF) di lahan seluas 5 hektar dan akan mulai dikerjakan awal April 2018.

“Nanti di embung ini juga akan dibangun tempat  jogging track, gazebo, pembenihan mini utk ikan lokal maupun pemancingan. Kita kerjasama dengan BUMN, Koperasi. Pemanfaatannya pun diatur, misal ukuran dan waktu panen ikan” ujarnya.

Terkait anggaran Slamet menyampaikan bahwa untuk KJA sebesar Rp 44 miliar, pabrik pakan Rp 26 miliar, dan pembangunan embung Rp 12 miliar.

“Program-program ini mengusung semangat padat karya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bagi masyarakat sebanyak mungkin dan mampu menggerakkan ekonomi lokal sesuai arahan presiden dan menteri Susi,” pungkasnya. [nss]

4,127 total views, 19 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *