Bahas DO Online, Kepala OP segera Panggil 16 Pelayaran Asing

Jakarta, Marindo – KEPALA OTORITAS PELABUHAN  (OP) Tanjung Priok, Capt Hermanta mengatakan pihaknya terus melakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan Delivery Order (DO) Online.

Dalam upaya menyempurnakan DO Online, kata Hermanta, OP segera memanggil 16 pelayaran asing yang belum masuk dalam sistem DO Online.

“Sampai sekarang baru dua pelayaran asing yang ikut dalam program DO Online yaitu Evergreen dan Hapag Lloyd, ” ujarnya dalam salah satu kegiatan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (14/9/2018).

Hermanta menambahkan, OP juga terus melakukan inventarisasi masalah yang menjadi penghambat dan perlu dipecahkan dalam pelaksanaan DO Online. Salah satu masalah tersebut mengenai BC 1.1 (dokumen manifes) yang perlu dicarikan jalan keluarnya.

Diakuinya, dalam pelaksanaan DO Online sekarang ini masih menggunakan email. Meski demikian, hal tersebut cukup mempersingkat waktu pengambilan DO sekaligus meringankan biaya dibanding saat diproses secara manual.

Terkoneksi

Dihubungi terpisah, Sekretaris Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyempurnakan pelaksanaan Delivery Order (DO) Online agar benar benar dapat memangkas waktu pengambilan DO.

Menurutnya, untuk melaksanakan DO Online pengguna dan penyedia jasa termasuk bank harus terkoneksi dalam suatu sistem secara virtualisasi/otomasi.

Adil juga mengatakan pihaknya sudah melakukan uji coba DO Online awal 2018 lalu yang melibatkan Terminal Petikemas MAL, Pelayaran Evergreen, PPJK PT Agility serta pihak bank dengan menggunakan Sistem My Cargo yang dibangun oleh anak perusahaan Pelindo II, Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS).

Hasil uji coba tersebut sangat baik. Pengambilan DO hanya makan waktu 15 sampai 30 menit saja.

Dalam uji coba tersebut pihak PPJK, MAL, dan Evergreen terkoneksi dalam suatu sistem ‘My Cargo’ sehingga proses pengambilan DO murni melalui sistem (virtualisasi, otomasi).

Adil membandingkan praktek DO Online yang di-launching Kementrian Perhubungan belum lama ini dinilai masih jauh dari harapan dapat mempersingkat waktu pengambilan DO.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan DO Online untuk Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak Surabaya, Makassar serta Tanjung Emas Semarang belum sepenuhnya Online, tapi masih menggunakan email dan telepon.

Padahal, untuk pelaksanaan DO Online mestinya perusahaan pelayaran, terminal dan pengguna jasa (pemilik barang / kuasanya) serta bank sebagai pendukung harus terintegrasi dalam satu sistem (virtualisasi, otomasi).

Sedangkan pada DO Online sekarang ini yang sudah terintegrasi dalam sistem hanya beberapa pelayaran dan terminal saja.

“Proses ini masih belum bisa memangkas waktu pengambilan DO secara signifikan,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, untuk mengambil DO tersebut, PPJK sebagai kuasa pemilik barang harus membayar biaya penebusan DO secara manual, kemudian bukti bayar serta B/L (telex release) di scan lalu dikirim melalui email ke perusahaan pelayaran.

Setelah itu perusahaan pelayaran ditelepon untuk diberitahu sudah kirim email. Kalau nasib lagi baik pelayaran langsung proses DO tadi kemudian mengirimkan lagi by email ke pemilik barang. Setelah itu, print out DO tersebut diberikan oleh pemilik barang kepada PPJK untuk pengurusan Tila dan pengeluaran barang.

“Proses ini masih memakan waktu cukup lama,” ujar Adil..*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *