Hadirkan Situasi Aman, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gulung Pelaku Kejahatan

Jakarta, Marindo – POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK menggelar Konferensi Pers Kasus Tindak Pidana selama Operasi Cipta Kondisi periode Juli s/d September 2018 yang dipimpin Kapolres Pelabuhan tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso, SIK diwakili Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Asep Alhuda didampingi Kasat Reskrim AKP Moh Faruk Rozi, SIk, M.Si, dan Kasubag Humas Iptu Cahyono Hendro, P, SH di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (13/09/2018).

Kejadian berawal pada saat Patroli Cyber Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menemukan 3 (tiga) akun Facebook “C2BU/cewek-cewek Butuh uang” yang digunakan pelaku sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana perdagangan orang/prostitusi online di akun tersebut, ungkap wakapolres.

Selanjutnya dilakukan upaya penyelidikan terhadap 3 (tiga) akun tersebut dan berhasil diamankan 3 (tiga) orang pelaku yang diduga sebagai pemilik dari akun Facebook tersebut diantaranya kejadian pada hari Jumat, (03/08/2018) sekitar pukul 22.30 wib dengan akun bernama Raden Perdana Kusuma, kemudian pada hari Minggu, (12/08/2018) sekira pukul 03.00 wib dengan akun bernama Adi Piero II dan terakhir pada hari Jumat, (31/08/2018) sekira pukul 23.00 wib dengan akun bernama Allam Kurniawan.

Lebih lanjut, Kasat reskrim Polres pelabuhan tanjung Priok AKP Faruk Rozi, SIk, MSi menyampaikan modus yang digunakan pelaku dengan memposting foto-foto perempuan yang akan diperdagangkan dengan tarif 2 (dua) jam sekitar Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)/ satu orang wanita melalui akun facebook tersebut dengan mencatumkan nomor HP pelaku yang digunakan untuk bertransaksi dengan pememesan dengan melakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening pelaku dan sisanya dibayar saat pelaku datang membawa wanita pesanan di hotel yang disepakati.

Barang bukti yang berhasil diamankan Polisi diantaranya uang sebesar Rp 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), 1 (satu) unit HP merk Xiomi Prime warna hitam, 1 (satu) buah pakaian dalam wanita corak pelangi, 1 (satu) buah celana dalam warna biru muda, 1 9satu) buah Kunci Akses hotel nomor 1301, 1 (satu) buah HP Merk samsung J2 Prime warna Hitam, 1 (Satu) buah pakaian dalam wanita warna hitam polos, 1 (satu) buah celana dalam warna cream, 1 (satu) buah Kunci Akses Hotel nomor 1412, 1 (satu) buah bukti transfer bank BRI, 1 9satu) lemabr bukti trasnfer Link No. reg 8786, 1 (Satu) buah kunci akses hotel, 1 (satu) buah pakaian dalam wanita warna hitam, 1 (satu) buah celana dalam warna biru muda, 1 9satu) buah kartu ATM Bank BCA, 1 (satu) lembar bukti transfer No. reg 2261, 1 (satu) buah kunci akses hotel nomor 209. 1 (satu) pakaian dalam wanita warna hitam, 1 (satu) buah pakaian dalam motif kupu-kupu, 1 (satu) unit HP merk VIVO 1724 warna hitam, uang sebesar Rp.1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah) dan 1 (satu) unit HP samsung J1 warna hitam.

Tersangka yang berhasil diamankan Polisi diantaranya, TK Bin KDR (28, AN bin AZ (33) dan LK bin ALM (20). Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 tahun 2007 tentang Subsider tindak Pidana ITE pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 sub Pasal 45 Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI No. 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun atau denda Rp 120.000.000 – 600.000.000,-

Kejahatan Jalanan

Selama kurun waktu yang sama, Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga berhasil mengungkap Tindak Pidana Premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres pelabuhan tanjung Priok. Para pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 1.535 orang dengan rincian sebanyak 1.233 (seribu dua ratus tiga puluh tiga) orang dilakukan pembinaan karena tidak terpenuhi unsur pidana, 81 orang dilakukan proses lanjut masing-masing:

1. Pencurian Pasal 363 berjumlah 3 orang
2. Penggelapan pasal 372 KUHP berjumlah 6 orang
3. Sajam (Senjata Tajam) pasal 2 ayat 1 UU darurat 12 Tahun 1951 berjumlah 3 orang
4. Senpi (senjata api) pasal 1 ayat 1 UU darurat 12 tahun 1951 berjumlah 2 orang
5. Perjudian Pasal 303 KUHP berjumlah 53 orang
6. Penganiayaan pasal 351 KUHP berjumlah 2 orang
7. Pengeroyokan pasal 170 KUHP berjumlah 1 Orang
8. Pemerasan pasal 368 KUHP berjumlah 4 orang
9. Pemerkosaan anak di bawah umur pasal 81 dan 82 UU No 23 tahun 2014 berjumlah 1 Orang

“Para pelaku yang dilakukan proses lanjut diancam dengan hukman penjara 5 tahun,”  ujar Kasat reskrim AKP Moh Faruk Rozi, SIK, M.Si.

Selain kasus trafficking dan premanisme, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga memaparkan hasil pengungkaopan tindak pidana pemalsuan STNK dan BPKB pada hari Jumat (10/08/2018) di wilayah Kel. Papanggo Kec tanjung Priok Jakarta utara.

AKP Moh Faruk Rozi, SIK, MSi dihadapan awak media, Kamis (13/09/2018) mengungkapkan tersangka melakukan pemalsuan Surat tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan bermotor (BPKB) dengan cara mencetak STNK palsu kemudian pada STNK palsu tersebut ditempel Hologram asli yang dicopot dari STNK Asli, Sedangkan BPKB palsu dengan cara mencetak halaman BPKB kemudian ditempel dengan Sampul Asli BPKB yang dibeli dari Internet.

Kejadian berawal pada tanggal 05/08/2018 Sat Reskrim Polres Pelabuhan tanjung Priok mendapatkan informasi adanya penjualan STNK Palsu dan BPKB PAlsu melalui media sosial (Medsos).

Selanjutnya, pada hari jumat (10/08) Polisi melakukan penyidikan dan telah ada pemesanan STNK di wilayah Kel Papanggo kec. Tanjung Priok jakarta Utara dan mendapat informasi bahwa pencetak STNK Palsu berasal dari Jawa tengah.

Atas Informasi tersebut, Polisi berhasil melakukan Penangkapan tersangka inisial RB (32), ST (25) dan SP (19) pada hari Selasa, (11/09/2018) di wirosari Grobogan Jawa tengah dan Trowolu Pencol Kel. Nagringan Kab. Grobogan Jawa tengah.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 40 (enmpat puluh) set STNK Palsu berikut pajak Palsu, 26 lembar STNK Palsu, 30 lembar surat ketetapan pajak daerah kendaraan mobil palsu, 199 lembar STNK berikut surat ketetapan pajak daerah untuk kendaraan motor yang dipalsukan, 111 lembar surat ketetapan pajak daerah untuk kendaraan bermotor roda dua yang dipalsukan, 65 lembar STNK Kendaraan sepeda motor yang dipalsukan, 3 buah BPKB asli, 1 Buah BPKB palsu, 1 Buah Buku gambar, 2 Buah Lakban warna coklat, 1 roll plastik foil emas.

Selain itu, 1 roll plastik foil warna pelangi, 12 plastik Bungkus STNK, 3 Buah stiker BPKB, 1 Buah lem Povinal, 3 Buah Carter Kecil, 2 Buah Stempel Polda Metro Jaya, 1 Buah stempel Polres Sragen, 2 buah stempel polda Jateng, 1 Buah stempel Satuan lalu lintas Polri, 2 buah Stempel Sat lantas Polda Metro jaya, 1 Buah Stempel Tribrata, 2 Buah Stempel tanggal, 1 Buah Bak Stempel, 4 Buah Stempel STNK Asli yang diambil hologramnya, 7 buah STNK Asli, 1 Buah Penggaris, 2 buah HP Oppo warna putih, 3 unit Falshdisk, 1 Unit Laptop, 1 Unit alat Laminating, 1 unit Printer HP Warna Putih, 1 Unit Printer Epson, 1 buah ATM BCA, 3 Lembar Bukti pengiriman J & T, 3 Buah Box kardu untuk pengiriman, dan 1 unit HP Oppo.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 263 ayat 1 KUHP yang berbunyi “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *