Kemenko Maritim Pacu Potensi Sektor Ekonomi Kelautan di Kuta Mandalika

Mandalika, Marindo – KEMENKO MARITIM masih terus menerapkan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan atau yang saat ini dikenal dengan konsep  Blue Economy, salah satu daerah yang saat ini dipacu untuk menerapkan konsep Ekonomi Biru adalah Kuta Mandalika. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso menjelaskan bahwa implementasi ekonomi biru sudah ada di dalam undang – undang 32 tahun 2014.

“Blue economy itu didalam prinsip melaksanakan pembangunan kelautan itu menjadi model, oleh karena itu beberapa kebijakan terkait juga mengikutinya dan ini bagus karena kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang diusulkan untuk bisa menjadi model bagi pengembangan yang tercantum di dalam kebijakan kelautan Indonesia,” ujar Sugeng pada acara International Workshop “Implementation Of Blue Economy At The Mandalika Secial Economic Zone” Lombok Island – Kuta Mandalika (17/9).

Terkait dengan tarikan pariwisata yang merupakan salah satu dari 9 program utama konsep Blue Ekonomi, Sugeng menjelaskan bahwa permasalahan infrastruktur juga tidak kalah penting untuk terus didorong.

“Karena semuanya itu masih terkait dengan konsep blue economy sekaligus konservasi ekosistem dan lain – lain. Sehingga jika ini dilaksanakan akan menjadi lestari dan berkesinambungan, semoga hasil workshop ini nanti dapat menghasilkan data yang lebih detail,” harapnya.

Sugeng juga menambahkan bahwa keterlibatan dan peran dari pemerintah kabupaten kota yang dalam hal ini Pemprov Kabupaten Lombok, Masyarakat dan Komunitas tentunya sangat diharapkan untuk dapat merealisasikan konsep Blue Economy di Kuta Mandalika. “Memang sudah termasuk ke dalam 9 program tadi itu harus ada peran dan keterlibatan masyarakat dan komunitas yang ingin mendapat manfaat dari pelaksanaan implementasi blue ekonomi,” lanjutnya.

Sementara itu pada acara yang sama Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan bahwa rencana Implementasi blue economy di mandalika ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014 lalu. “Jadi mandalika dikenal lewat sebuah perpres mandalika yang diterbitkan oleh Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum beliau turun tahun 2014, dan saat ini Pak Jokowi melanjutkan dan menjadikannya blue economy  dan memang prioritas utamanya itu adalah pariwisata,” ujarnya.

Indroyono juga menegaskan bahwa program ekonomi biru di Kuta Mandalika ini sifatnya harus berkelanjutan karena begitu diputuskan untuk menjadi kawasan ekonomi khusus, maka infrastruktur dasar sudah harus masuk. “Seperti sudah ada jalan, air bersih sudah ada dan listrik juga sudah masuk. Sehingga investorpun masuk, tapi tentunya sekarang kita harus memberdayakan masyarakat,” terangnya.

Lombok Bangkit

Pada acara tersebut Indroyono juga memberitahukan bahwa selain diadakan workshop, pada hari yang sama juga diadakan acara dalam rangka “Lombok Bangkit”, acara tersebut berisi kehadiran para yacther (turis kapal layar) ke Lombok Utara untuk mengunjungi sekaligus melihat keadaan para pengungsi gempa lombok dengan mengadakan makan siang bersama.

“Jadi kita melakukan event ini dan pada hari ini juga ada sekita 50 kapal yacth yang datang di Lombok utara. Dan para yacthernya itu nanti jam 4 sore akan makan siang bersama dengan para pengungsi di Lombok Utara atas ide mereka. Artinya  para yacther datang kesini tidak ingin melewatkan lombok dan berhenti di lombok,” ungkapnya.

Sementara itu masih pada acara yang sama, Asisten Deputi Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Maritim Nani Hendiarti, menjelaskan bahwa konsep Blue Economy  di Kuta Mandalika ini diharapkan dapat memberikan benefit bagi masyarakat Lombok melalui pemanfaatan sumberdaya dan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Workshop Internasional yang diselenggarakan oleh Kemenko Maritim bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata  pada pasca Lombok di guncang gempa, dimaksudkan untuk mengawal implementasi dari blue economy di Mandalika. Sekaligus mempromosikan bahwa Lombok aman kepada mitra Internasional, sejalan dengan himbauan Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan. Hasil workshop ini akan dibahas llebih lanjut di Our Ocean Conference pada akhir Oktober 2018 di Bali mendatang.,” tutupnya.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *