Dukung Pariwisata, ASDP Segera Luncurkan Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo dan KMP Komodo

Labuan Bajo, Maritim Indonesia – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap proyek Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan saat ini melalui anak usaha patungan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Indonesia Ferry Property, terus mengakselerasi proyek Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang meliputi pembangunan marina, area komersial, hotel serta pengembangan dermaga penyeberangan. Sejalan dengan itu, dibangun juga TPI dan dioperasikannya KMP Komodo sebagai bagian dari pengembangan pariwisata Labuan Bajo tersebut.

Dukungan dan respon positif juga diberikan terhadap rencana hadirnya KMP Komodo, dimana dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas Christine Hutabarat pada Selasa (23/10) di Labuan Bajo, Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyambut baik KMP Komodo sebagai kapal amanat pemerintah yang diharapkan menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat Labuan Bajo maupun wisatawan ke Pulau Komodo.

Bahkan, Gubernur NTT menyampaikan bahwa ASDP harus berperan lebih besar dalam memperkuat konektivitas antarpulau di NTT. Diketahui, area komersial di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo akan membidik sejumlah tenant retail serta makanan dan minuman khas lokal yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta menciptakan pusat bisnis baru.

Selain area komersial, tahun ini juga sudah mulai dilakukan pembangunan hotel dan marina di lingkungan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang ditargetkan dapat rampung tahun 2019. Dengan adanya dermaga marina, diharapkan semakin menggairahkan bisnis kapal pesiar di Indonesia.

Selain itu, pembangunan hotel dan pelabuhan marina di Labuan Bajo juga bisa memberikan kontribusi terhadap upaya pemerintah melakukan pemerataan pembangunan. Pasalnya, proyek tersebut akan banyak memberikan kesempatan kerja dan peluang bisnis untuk masyarakat setempat.

Proyek Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo masih terus berjalan, dalam waktu dekat ini akan segera diluncurkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Ujung, Labuan Bajo yang. TPI baru kini akan semakin modern, aman, nyaman, dan tertib dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat dan juga dapat menjadi destinasi kuliner Labuan Bajo. ASDP akan menyerahkan bangunan dan pengelolaan TPI seluruhnya ke Pemda Manggarai Barat.

Untuk dermaga TPI, kapasitasnya kini mampu menampung hingga 680 unit kapal-kapal jetty berukuran rata-rata 7 GT, sedangkan untuk tempat pelelangan ikan akan menyediakan hingga 136 kios, lapak kering dan basah sebagai lokasi penjualan ikan segar.

Selain itu, di lokasi TPI juga disediakan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta tiap Minggu akan digelar kegiatan yang menarik bagi pengunjung dan masyarakat seperti festival ikan, kuliner Labuan Bajo, dan aktivitas lainnya.

Moda Alternatif

Bersamaan dengan itu, ASDP juga akan meluncurkan KMP Komodo, yang akan menjadi moda alternatif bagi masyarakat dan seluruh wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Sejak awal, rencana kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo didukung oleh Gubernur NTT sebagai alternatif moda transportasi laut ke pulau Komodo dan sekitarnya, yang diharapkan menjadi bagian dari komunitas penyedia kapal wisata yang telah hadir sebelumnya di Labuan Bajo.

Tentunya, Pemerintah daerah telah berupaya untuk mengatur seluruh pelaku pariwisata di Labuan Bajo, khususnya angkutan umum di laut agar dapat bersaing dengan sehat dan mendapat manfaat yang adil atas potensi ekonomi dari sektor pariwisata, serta dapat memberikan rasa nyaman bagi para wisatawan.

Tidak hanya Pemprov NTT, Gerakan Peduli Pariwisata Manggarai (GP2M) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia juga menyambut baik dan mendukung upaya Pemerintah Daerah dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menyediakan moda transportasi aman, nyaman, dan terjangkau bagi wisatawan domestik maupun internasional yang ingin menikmati keindahan alam di Kepulauan Komodo melalui kehadiran KMP Komodo.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat Tahun 2017 mencatat, total kapal wisata di Labuan Bajo berjumlah 529 unit dengan jenis ukuran di bawah dan di atas 7 GT serta jenis kapal diving. Dari total kapal tersebut, dengan asumsi kapasitas daya tampung masing-masing kapal sebanyak 12 orang penumpang, maka potensi penumpang yang dilayani di kawasan pariwisata Labuan Bajo dapat mencapai 6.348 orang.

Dengan kebutuhan yang sangat besar tersebut, kapasitas KMP Komodo hanya dapat mengangkut penumpang (bukan logistik) maksimal 80 orang per trip per hari dengan kecepatan 9 knot. Selain itu, KMP Komodo hanya dapat bersandar di Pulau Komodo, sehingga KMP Komodo juga dapat menjadi feeder bagi perahu kecil untuk mencapai destinasi lainnya.

Dengan demikian, kerjasama yang baik antar komunitas kapal wisata sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang akan terus berkembang seiiring dengan mulai dibangunnya berbagai infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo.

“Ke depannya, pihak Pemprov NTT berharap ASDP berperan lebih besar lagi dalam memperkuat konektivitas antarpulau di NTT salah satunya dengan membuka rute penyeberangan baru di wilayah NTT lainnya,” tuturnya.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *