Ekspedisi Terumbu IPC TPK: Ikhtiar Menjaga Keanekaragaman Hayati

Jakarta, Maritim Indonesia – Bencana tsunami membuat tantangan mempertahankan keanekaragaman hayati bawah laut semakin bertambah. Jika semula hanya terbatas pada ulah manusia yang mengeksploitasi sumber daya laut di luar batas, kini tantangan itu makin berkembang. Gelombang tsunami berpotensi menyapu semua keanekaragaman hayati yang ada.

Terumbu karang  (coral reefs) sebagai salah satu sumber keanekaragaman hayati tak luput dari ancaman tersebut. Padahal, perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir maupun laut sangatlah penting.

Sebagai negara yang 2/3 wilayahnya terdiri atas lautan, terumbu karang Indonesia menyumbang 18% dari total seluruh dunia. Lokasinya terbentang dari barat hingga timur laut Indonesia. Sayangnya, penelitian yang pernah dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2007, hampir 30% dari terumbu karang tersebut dalam kondisi rusak.

Jika mengacu pada hasil penelitian tersebut, area kerusakan terumbu karang tampaknya semakin meluas. Salah satunya perairan laut Sulawesi yang terdampak bencana tsunami beberapa bulan lalu dipastikan ikut menjadi penyebab rusaknya terumbu karang.

Penyebab kerusakan terumbu karang ini pun belum termasuk faktor ‘konvensional’ yang terus berlangsung dan dilakukan tangan-tangan manusia serakah yang merusak sumber keanekaragaman hayati tersebut.

Yang paling merasakan dampak buruk dari kerusakan tersebut adalah para nelayan. Mereka harus melaut lebih jauh sekadar mendapatkan tangkapan ikan yang lebih banyak. Itu pun kadang tidak sesuai harapan.

Untuk memulihkan terumbu karang ke kondisi semula, dibutuhkan kepedulian dari semua pihak. Karena itu, upaya yang dilakukan para aktivis lingkungan merestorasi terumbu karang mutlak membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut seperti dilakukan PT IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), melakukan konservasi terumbu karang di Pulau Mahitam, Kamis (20/12).

Sekadar catatan, Pulau Mahitam merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan panorama yang indah serta air laut yang jernih. Sejumlah spot  snorkling di kawasan ini menjadi surga bagi para penyuka wisata bawah laut untuk menyaksikan keindahan terumbu karang dan berbagai jenis ikan maupun biota laut lainnya.

Dalam pelaksanaannya, konservasi terumbu karang yang dilakukan IPC TPK tersebut berkolaborasi dengan Lampung Underwater Community (LUC), yang merupakan komunitas pelestari lingkungan laut.

“Konservasi terumbu karang ini menjadi ikhtiar kami  untuk turut melestarikan keanekaragaman hayati bawah laut,” tutur Finan Syaifullah, Corporate Secretary IPC TPK, yang terjun langsung dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan senada juga diungkapkan juru bicara LUC, Titin Kusbiyanti yang menilai dukungan IPC TPK dalam konservasi terumbu karang di pulau tersebut sangat positif dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

Sebagai komunitas yang peduli terhadap kehidupan bawah laut, LUC terus melakukan konservasi secara berkala. Penanaman  terumbu karang dilakukan dengan menggunakan pipa PVC yang dibentuk menjadi rak sebagai wahananya. Lubang-lubang pipa PVC diisi dengan adukan semen dan duplex yang kemudian ditanami bibit terumbu karang. Bibitnya sendiri diperoleh LUC dari stek terumbu karang yang berada di perairan tersebut.

Untuk lebih menguatkan, bibit-bibit terumbu karang tersebut kemudian diikat ke pipa PVC. Setelah adukan semen juga ‘mengikat’ terumbu karang, rak-rak piva PVC tersebut diturunkan ke bawah laut dengan kedalaman sekira 4 meter dari atas permukaan.

“Kami memantau bibit terumbu karang secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya,'” imbuhnya.

Menurutnya, pertumbuhan terumbu karang sering kali tidak sama. Ada yang tumbuh sampai 15 cm dalam setahun, ada juga yang hanya 5 cm.

Meski tidak mudah, Titin menganggap upaya tersebut harus terus dilakukan. Sebagai komunitas independen, LUC pun perlu menggandeng lembaga maupun perusahaan untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dengan segala potensi yang dikandungnya.

“Kontribusi IPC TPK sangat membantu dalam menyelamatkan lingkungan melalui konservasi terumbu karang,” pungkasnya. *** [Karnali Faisal]

#ipctpk #ipc #pelindo #pelabuhan #laut #konservasi #ekspedisi #terumbu #terumbukarang #csr #luc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *