Program CSR TPK Koja, 200 Anak Yatim Piatu dan Keluarga Kurang Mampu Ikuti Sunatan Massal

Jakarta, Maritim Indonesia – Sebanyak 200 orang anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta (RSPJ), Kramat Jaya, Jakarta Utara, Minggu (23/12). Sunatan massal tersebut ditangani 6 dokter, 1 dokter spesialis dan 13 orang pelaksana sunat.

Ketua Panitia Penyelenggara, Capt. Berlian Badarusman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) TPK Koja.

“Tahun 2018 ini TPK Koja menggelar berbagai program CSR yang salah satunya sunatan massal yang diikuti oleh 200 anak,” katanya didampingi Supervisor Bidang Humas Nurdin Jakalaksana dan Staf Humas Agus Sugiyanto.

Menurut sosok yang akrab dipanggil Om Ber tersebut, selain khitanan massal, program-program CSR TPK Koja yang sudah dilaksanakan tahun ini antara lain pemberian nutrisi bagi penderita TBC di 6 Puskesmas Kecamatan Koja, donor darah, santunan, mudik gratis Idul Fitri 1439 yang digelar bersama IPC Group, serta hewan kurban Idul Adha 1439 H lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, DR Dwi Aryani MARS, menyampaikan piagam penghargaan kepada TPK Koja atas penyelenggaraan kegiatan sunatan massal tersebut yang diserahkan Dr Hardian Pangarso.

Terima kasih
Dalam kesempatan itu, para orang tua yang menyertai anaknya sunatan massal mengucapkan terima kasih kepada manajemen TPK Koja yang telah menggelar kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, mumpung masih libur dan anak uga mau, akhirnya ikut sunatan massal di sini,” ungkap Suroso, warga Lagoa Jakarta Utara.

Menurutnya, sang anak Fakih yang kini duduk di kelas 5 SD sudah meminta untuk sunat.

Penuturan yang sama juga diungkapkan Choirul, warga Papanggo, yang mengantar 2 orang anaknya ikut sunatan massal.

“Kakaknya kelas 3, adiknya kelas 2. Dua-duanya ikut semua,” katanya.

Selain obat-obatan pasca sunat, masing-masing peserta sunatan massal juga mendapatkan souvenir berupa uang saku, peci, sarung, serta baju koko.*** [Karnali Faisal]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *