Genjot Layanan Di Pelabuhan Tanjung Priok, IPC Kolaborasi Dengan Dirjen Bea Dan Cuka

Jakarta, Maritim Indonesia –  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC melalui salah satu anak usahanya, yaitu IPPC yang telah mengelola terminal kendaraan terbesar ke-3 di Asia, kembali membuat terobosan dengan melakukan digitalisasi layanan kepelabuhanan guna memberikan kemudahan proses bongkar muat kendaraan kepada pengguna jasa yaitu para eksportir kendaraan bermotor dalam bentuk jadi (CBU) dengan menghadirkan Penerapan Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) yang terintegrasi dan terkoneksi dengan pelayanan bea cukai di dalam terminal.

“Menuju visi menjadi operator pelabuhan berkelas dunia, IPC akan secara agresif mendorong digitalisasi di seluruh cabang pelabuhan dan terminal yang dikelola anak usaha IPC Group. Penerapan Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) ini merupakan bagian dari digitalisasi teknologi menuju era baru pelabuhan yang mampu mempersingkat waktu pelayanan dan biaya operasional pelabuhan di Indonesia. Dalam jangka panjang, sistem ini akan mendorong peningkatan ekspor mobil Indonesia” papar Prasetyadi, Direktur Operasi IPC, usai peluncuran Auto Gate System, di Terminal Internasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk/IPCC, Selasa (12/2).

Peluncuran yang mengangkat tema Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi (CBU) tersebut dihadiri oleh Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian; Sri Mulyani, Menteri Keuangan; Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian dan Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Menurut Prasetyadi, penerapan Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) oleh IPCC menjawab kebutuhan para eksportir kendaraan atas adanya kebutuhan relaksasi terkait ketentuan pengajuan dan perubahan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebelum masuk ke kawasan pabean berdasarkan pada proses bisnis perdagangan kendaraan yang memerlukan proses pengelompokan ekspor yang sangat kompleks.

Penerapan Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System), eksportir kendaraan dapat langsung mengirimkan kendaraan ke tempat penimbunan sementara (TPS) di area pelabuhan melalui Sistem Pintu Otomatis TPS setelah mendapatkan persetujuan dari Pejabat Bea dan Cukai diantaranya meliputi Nota Pelayanan Ekspor (NPE); Persetujuan Konsolidasi Barang Ekspor (PKBE); persetujuan pemasukan barang asal dalam daerah pabean yang dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean melewati tempat di luar daerah pabean; atau persetujuan pemasukan lainnya.
Seperti diketahui, sebelumnya eksportir dan importir kendaraan melakukan penumpukan kendaraan hasil produksi di luar area pelabuhan sebelum proses bea dan cukai untuk menunggu Nota Pelayanan Ekspor (NPE) sebagai syarat administrasi Ekspor Bea Cukai. Aplikasi Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) mengakomodasi kebutuhan perusahaan untuk dapat menggeser lokasi penumpukan barang ekspor ke dalam kawasan pelabuhan.

Kemudahan pelayanan ini merupakan hasil kerjasama dan koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di bawah naungan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“IPC bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencari cara-cara baru untuk meningkatan kualitas layanan dan efisiensi kepada pengguna jasa kepelabuhanan. Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) tidak hanya memberikan kemudahan importir dan eksportir kendaraan, juga mengurangi biaya logistik secara langsung dengan memangkas proses ekspor dan impor barang sehingga mendukung peningkatan daya saing produk-produk ekspor nasional.” tutup Prasetyadi.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *