Go Live Portal E-Service: Langkah Teluk Bayur Menggapai Mimpi Sekelas Rotterdam


Jakarta, Maritim Indonesia – Teluk Bayur dan Rotterdam sama-sama dikenal sebagai pelabuhan legend, sama-sama sarat romantisme sejarah, dan juga sama-sama menghadapi tantangan digitalisasi pelabuhan yang makin canggih.

Jika Pelabuhan Rotterdam yang meng-handle 30 ribu kapal setiap tahun tengah giat mengembangkan aplikasi digital Pronto untuk mengefisiensikan layanan pelabuhan sejak September tahun lalu, hal yang sama juga tengah dilakukan Pelabuhan Teluk Bayur.

Hari ini, Selasa (26/3), pelabuhan yang menjadi primadona di zaman Belanda itu, meluncurkan penggunaan aplikasi (Go Live) Portal E-Service.

“Teluk Bayur tidak hanya bertekad menjadi pelabuhan terbesar, terkemuka dan termoderen, tapi juga ingin menjadi pelabuhan sekelas Rotterdam,” ungkap General Manager IPC Cabang Teluk Bayur, Armen Amir.

Menurutnya, tekad tersebut harus diungkapkan sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa. Terlebih lagi Teluk Bayur yang menjadi gerbang ekonomi Provinsi Sumatera Barat.

Karena itu, digitalisasi layanan dipilih sebagai upaya mewujudkan tekad tersebut. Layanan berbasis digital itu juga sesuai dengan roadmap pengembangan pelabuhan Teluk Bayur ‘Bangkit’ yang dicanangkan direksi IPC agar semua cabang pelabuhan di bawah Pelindo II dapat melakukan digital port service, sehingga mampu memberikan layanan maksimal kepada semua customernya.

Sekadar catatan, layanan portal E-service mencakup enam fungsi utama, yaitu e-Registration, e-Booking, e-Tracking, e-Payment, e-Billing, dan e-Care. Fungsi e-Registration memberikan kemudahan dalam melakukan pengelolaan data Pengguna Jasa. Melalui e-Booking, permintaan (request)  layanan jasa petikemas dapat dilakukan secara online.

Tersedianya fungsi e-Tracking membuat Pengguna Jasa dapat melakukan penelusuran data petikemas secara online. Pemilihan cara pembayaran melalui e-Payment yang dapat dilakukan secara offline maupun online merupakan nilai tambah yang dibawa oleh fungsi ini. Selain itu, terjalinnya kerja sama dengan Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, BCA, diharapkan dapat menjaga fleksibilitas dan efektivitas pembayaran layanan jasa petikemas.

Pada menu e-Billing fungsi yang disediakan untuk melakukan pengelolaan dokumen (berupa nota, pranota, dan kartu layanan seperti RC dan SP2). Selain itu, tersedianya fungsi e-Care memberikan kesempatan bagi para Pengguna Jasa untuk mengajukan keluhan terkait layanan petikemas dengan mudah dan cepat.

Dalam proses implementasinya, kehadiran portal E-service di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur telah melakukan serangkaian aktivitas berupa sosialisasi dan training yang bertujuan untuk memastikan portal layanan e-Service ini dapat digunakan oleh Pengguna Jasa dengan lancar

Bangga
Menanggapi implementasi aplikasi berbasis digital Portal E-Service, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Hilman Satria menilai hal tersebut sebagai sebuah terobosan yang sangat positif. Menurut Hilman, sejauh ini instansi yang dipimpinnya menunggu pengimplementasian aplikasi tersebut sebagai langkah mewujudkan Teluk Bayur sebagai pelabuhan yang terbesar, terkemuka dan moderen.

“Kami berharap semua mitra kerja sudah bisa memanfaatkan aplikasi berbasis digital sehingga pelayanan bisa menjadi lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Hilman mencontohkan, pengimplementasian aplikasi tersebut bisa menekan waktu inap kontainer (dwelling time) di pelabuhan. Terlebih lagi dengan akan diberlakukannya TPS Online di Teluk Bayur pada bulan April mendatang.

“Kami bangga dan mengucapkan selamat kepada IPC Teluk Bayur dan IPC TPK yang sudah mengimplementasikan layanan E-Service,” imbuhnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sumarnun yang hadir mewakili Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur. Menurutnya, kinerja Teluk Bayur menunjukkan pertumbuhan secara positif.  Sedangkan dari aspek keamanan, pelabuhan ini sudah berhasil comply ISPS Code.

“Digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan dan menjadi tantangan globalisasi,” katanya.

Karena itu, menurut Sumarnun, implementasi aplikasi berbasis digital menjadi jawaban atas tantangan itu. Pihaknya berharap para stakeholder  di pelabuhan juga memanfaatkan teknologi berbasis IT tersebut untuk mempercepat pelayanan terhadap para pengguna jasa.

Kinerja
Pada kesempatan yang sama, Manajer Area IPC TPK Teluk Bayur, Kristianto Edi Sarjono, menjelaskan  implementasi E-Service tersebut menyusul aplikasi yang sebelumnya sudah diberlakukan di Teluk Bayur yakni ITOS-NBS (IPC Terminal Operating System – New Billing System) pada bulan November 2017 dan diimplementasikan sepenuhnya April 2018.

Dengan sistem tersebut para pengguna jasa bisa melakukan billing secara elektronik dan pembayaran sistem cash-less.

“Sistem ini juga memberikan laporan yang real time pada mitra kerja kami. Jika mitra kami ini ingin melakukan payment tagihan, mereka tidak lagi harus bolak balik ke kantor kami, cukup mengakses secara online,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya akan terus mengembangkan layanan digital termasuk yang akan dilakukan dalam waktu dekat berupa TPS Online. Di samping itu, pihaknya juga akan menambah sejumlah fasilitas lainnya yang salah satunya berupa area container reefer.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan kinerja Pelabuhan Teluk Bayur pun akan semakin siap dalam melayani pengguna jasa. Kristianto menambahkan, saat ini Box Ship per Hour (BSH) rata-rata mencapai 42 box, sedangkan Box Crane per Hour (BCH) rata-rata 21 Box per jam atau di atas target 18 box per jam. Sedangkan YOR rata-rata 30% dan dwelling time 3 hari.

Dari sisi produktivitas, selama kurun waktu dua tahun terakhir, troughput menunjukan tren peningkatan, dari 78.360 TEUs di tahun 2017 meningkat menjadi 84.659 TEUs di tahun 2018 lalu.

“Tahun 2019 kami lebih optimis lagi karena adanya penambahan service baru untuk kapal SPIL dan kapal tol lautUntuk tol Khendaga Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT ASDP,” imbuhnya.

Kapal tol laut Khendaga Nusantara sendiri melayani rute dari Teluk bayur – gunung sitoli – sinabang – sikakap/mentawai – Teluk Bayur .

Di sisi lain, komunikasi yang baik dengan para pengguna jasa juga disebutnya sebagai faktor yang membuat IPC TPK area Telukbayur optimistis berbagai upaya peningkatan layanan khususnya dalam bentuk digitalisasi akan berhasil dengan baik.

Melalui berbagai upaya tersebut, bukan satu hal yang tidak mungkin mimpi mewujudkan layanan sekelas Pelabuhan Rotterdam pun akan terwujud.*** [Karnali Faisal]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *