Pertamina Gandeng Pushidrosal Survei Verifikasi Pipa Gas Bawah Laut

Jakarta, Maritim Indonesia – Pertamina Hulu Energi Ocean South East Sumatera (PHE-OSES) yang telah menjadi operator baru menggantikan CNOOC menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) melaksanakan kerjasama survei verifikasi pipa gas bawah laut di perairan Banten.

Pushidrosal selama 50 hari menggelar operasi survei Hidro-Oseanografi di perairan Banten hingga Pulau Pabelokan untuk melaksanakan Verifikasi Pipa Gas bawah laut pasca perbaikan kebocoran pipa gas.

Pasca terjadinya kebocoran pipa gas bawah laut PHE OSES (sebelumnya CNOOC) yang terjadi pada hari Senin tanggal 9 Juli 2018 lalu, Pushidrosal telah melaksanakan Survei Investigasi kebocoran pipa gas dengan mengirimkan Unit Survei Tanggap Segera untuk identifikasi penyebab kebocoran pipa gas tersebut. Data survei hasil investigasi ini selain digunakan untuk identifikasi penyebab kebocoran pipa gas digunakan juga untuk perbaikan pipa.

Menurut Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H selain untuk memastikan posisi pipa gas bawah laut yang akan digambarkan pada Peta Laut Indonesia, survei verifikasi yang dilakukan Pushidrosal ini juga bertujuan untuk mendukung keselamatan Navigasi dan Keamanan Pelayaran di perairan sekitaran pipa gas PHE OSES.

Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional berkewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di seluruh perairan Indonesia termasuk perairan Banten, serta hasil survei berupa info dan data image pencitraan bawah laut dapat berguna untuk institusi terkait yang memerlukan data tersebut.

Saat ini Pushidrosal telah mengirimkan satu Tim Survei dengan Dantim Survei Mayor Laut (P) Tomy Ronaldi yang bekerja sampai 02 April 2019. Area survei memanjang 34 NM dengan lebar 0,53 NM, dimana tim survei ini melaksanakan Verifikasi Pipa Gas tersebut yang membentang mulai dari Gas Matering System (GMS) Cilegon, Banten hingga ke Pulau Pabelokan di perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Operasi survei ini meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data hidrografi dan oseanografi serta akan digambarkan pada peta Laut nomor 78 terbaru.

Tim survei selain menggunakan peralatan Multibeam Echosounder juga menggunakan peralatan Magnetometer yang digunakan untuk mendeteksi Anomali logam disepanjang pipa tersebut.

Dari hasil sementara yang sedang berjalan, tim survei berhasil mendapatkan lokasi pipa yang memang sudah tergelar sebagai informasi untuk perbaikan Peta Laut Indonesia Nomor 78.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *