Strategi Kehumasan Dalam Mengikuti Pola Konsumsi Kaum Millenial Di Era Komunikasi Digital

Jakarta, Maritim Indonesia – Humas atau Hubungan Masyarakat di semua lembaga saat ini memegang peranan penting dan strategis. Peran tersebut bukan hanya untuk meningkatkan citra, melainkan juga meningkatkan kinerja dan tugas-tugas kehumasannya sebagai garda terdepan dan etalase lembaga sebuah organisasi.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Hermanta, dalam sambutannya, saat membuka acara Forum Kehumasan, yang diadakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, di Ibis Style Hotel Jakarta, Kamis (28/3).

“Jika dijabarkan, tugas dan tanggung jawab humas diantaranya bagaimana menyelenggarakan pemberitaan, informasi, komunikasi, protokol dan dokumentasi, dan ini tentu bukan sesuatu hal yang sepele,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, yang mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku, namun juga fleksibel khususnya dalam membangun media relation sebagai mitra pemerintah dalam mempublikasikan informasi yang membangun, objektif, dan berimbang.Keberhasilan sebuah instansi atau organisasi tidak bisa lepas dari sejauh mana instansi tersebut mampu memberdayakan secara optimal peran kehumasan. Ditengah keterbatasan Sumber Daya Manusia yang belum memadai, unit kehumasan dituntut harus tetap mampu memaksimalkan kinerjanya.

“Dalam kenyataannya, belum semua unit kehumasan memiliki kualifikasi SDM yang diinginkan. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi Informasi Digital, pemerintah maupun organisasi swasta dituntut untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme dan akuntabilitas publik dalam menjalankan aktivitasnya,” kata Capt Hermanta.

Dikatakan juga, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah mengadopsi perkembangan teknologi digital komunikasi ini. Dalam menyebarluaskan kebijakan, program dan kegiatan, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Ditjen Perhubungan Laut, maupun Kementerian Perhubungan, telah memanfaatkan beberapa sosial media seperti instagram, youtube, twitter dan facebook.

“Era transparansi dan perkembangan teknologi informasi telah menjadikan masyarakat lebih kritis. Kondisi seperti ini menuntut instansi atau organisasi untuk mengakomodir dan mengantisipasi keinginan masyarakat atau publik untuk memperoleh informasi,” jelasnya.

Capt Hermanta sangat mengapresiasi kegiatan Forum Kehumasan tersebut, yang menurutnya bisa dimanfaatkan sebagai sarana berkomunikasi dan silaturahmi antara Instansi Pemerintah dan para stakeholders di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Forum Kehumasan yang baru pertama digelar di tahun 2019 tetsebut, menghadirkan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan dan Praktisi Komunikasi Digital, Firman Kurniawan Sujono, sebagai nara sumber.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan UPT Direktorat Jenderal Perhubungan laut, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, PT Pelindo II (Persero) Cabang Tanjung Priok, Asosiasi dan Ketua Koperasi TKBM serta beberapa Unit Kehumasan Instansi Pemerintah dan stakeholders pelabuhan Tanjung Priok.

Capt Hermanta berharap, Forum Kehumasan tersebut dapat memberi pandangan dan pengetahuan kepada para unit kehumasan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, mengenai Strategi Kehumasan dalam Mengikuti Pola Konsumsi Kaum Millenial di Era Komunikasi Digital dan menambah wawasan, keterampilan dan pengetahuan terkait peran kehumasan di era digital. 

“Semoga forum ini juga dapat meningkatkan kolaborasi serta sinergi antar humas di Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka membangun reputasi sektor transportasi khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.*** [Ire Djafar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *