Meningkatkan Efektivitas Belajar Daring di Tengah Pandemi Covid 19

Oleh Mulke Choerunisa Faisal [Mahasiswi Tingkat Akhir Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat]

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. WHO menyatakan bahwa virus ini telah menyebar dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Semenjak Pandemi COVID-19 yang sekarang sedang melanda dunia banyak kegiatan yang biasa dilakukan di luar rumah menjadi terganggu. Khususnya dalam kegiatan belajar mengajar untuk para siswa.

Terlebih setelah diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan di Indonesia, kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan siswa biasanya dilakukan secara luring kini terpaksa harus dilaksanakan secara daring karena pembatasan kegiatan yang dilakukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19. Kegiatan sekolah secara daring ini sudah dilakukan selama hampir satu tahun, terhitung dimulai dari bulan Februari 2020 hingga memasuki bulan Desember sekarang.

Banyak kesulitan yang dihadapi baik dari pihak sekolah, guru, siswa, maupun orang tua siswa atas transisi mendadak yang terjadi dari sekolah yang biasa dilakukan secara luring menjadi daring, terlebih untuk pihak orang tua yang juga bekerja dari rumah karena selain disibukkan dengan pekerjaan orang tua siswa juga merasa kesulitan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran.

Pihak sekolah seperti guru dan pengurus administrasi juga merasakan kesulitan akan transisi ini, guru merasa murid tidak mendapatkan pembelajaran secara maksimal karena keterbatasan dalam pengajaran, tidak dipungkiri juga banyak guru yang masih merasa kesulitan mengoperasikan aplikasi pembelajaran. Kurangnya fasilitas pendukung juga menjadi PR sekolah yang harus dituntaskan.

Disisi lain terdapat juga permasalahan dimana tidak semua daerah di Indonesia terjangkau akan akses internet, banyak daerah yang masih mengalami kendala dengan alasan kurangnya akses internet maupun faktor pendukung seperti tidak adanya perangkat yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Akhirnya, pemerintah mengeluarkan bantuan berupa kuota gratis yang diberikan setiap bulannya kepada para guru dan siswa di sekolah demi kelangsungan pembelajaran.

Pembelajaran daring yang dilakukan siswa dan guru harus melibatkan semua elemen, dimulai dari pemerintah sebagai stakeholder, pihak sekolah dimulai dari guru dan staff tata usaha, para murid serta juga orang tua siswa. Semuanya harus bersatu padu mendukung jalannya sistem agar berjalan dengan lancar.

Partisipasi dari masyarakat dalam hal ini juga dibutuhkan, seperti Universitas Pendidikan Indonesia yang mengadakan Kuliah Kerja Nyata dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan Dampak COVID-19 yang memiliki program wajib berupa pendampingan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Pendampingan pembelajaran daring memiliki sasaran berupa siswa sekolah yang melakukan pembelajaran daring sebanyak dua kelas melalui grup WhatsApp dimana siswa dibimbing dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA, untuk pembimbingan guru sendiri dilakukan kegiatan berupa pembuatan media pembelajaran dalam bentuk video dan juga poster di mata pelajaran IPA, juga membantu tugas guru seperti membantu memeriksa jawaban soal-soal ulangan.

Program pembimbingan KKN dilakukan semenjak tanggal 16 November hingga 16 Desember 2020, banyak murid yang berkonsultasi terkendala dalam pembelajaran akibat diberlakukannya sekolah dalam bentuk daring.

Selain pembimbingan sebagai program wajib penanggulangan COVID-19 juga dilaksanakan program pilihan yaitu dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Dalam bidang pendidikan hal yang menjadi fokus utama dalam program KKN adalah pembuatan poster edukasi bagi masyarakat mengenai COVID-19 yang dibagikan secara daring melalui media sosial yaitu Instagram dan Whatsapp.

Dilakukan pula penyaluran masker dan handsanitizer pada warga RT 01/RW 02 Kelurahan Tunggakjati, Karawang Barat melalui kerjasama dengan Yayasan Masjid Al-Amin pada lokasi KKN mahasiswa.

Selain dilakukan pembagian dan penyaluran masker, melalui kelompok kecil mahasiswa juga membuat dua produk video berupa tutorial pembuatan handsanitizer sederhana dan juga tutorial pembuatan masker Tie Dye. Tutorial pembuatan masker Tie Dye ini sendiri diharapkan dapat menjadi inspirasi peluang usaha bagi masyarakat yang ingin melakukan bisnis kecil-kecilan dari rumah selama pandemi COVID-19.

Selama kegiatan KKN berlangsung didapatkan respon positif dari warga dan juga siswa serta guru dan orang tua murid. Kegiatan pembimbingan selesai dilaksanakan setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Sekolah berlangsung.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *